Bentuk Tim Transisi, Ini Prioritas Kebijakan Khofifah setelah Dilantik

547
Khofifah Indar Parawansa, saat berada di rumahnya di kawasan Jemursari, Surabaya. Foto: M Asad Asnawi.

Surabaya (wartabromo.com) – Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Elestianto Dardak, Rabu (13/2/2019) sore nanti bakal dilantik. Pendidikan, kemiskinan, ketimpangan sosial menjadi prioritas kebijakan, hingga dibentuklah sebuah tim transisi untuk menanganinya.

Ancangan prioritas itu terungkap dalam perbincangan WartaBromo bersama Khofifah, di Jemur Sari, Surabaya, kediamannya pada Rabu (25/7/2018) lalu.

Khofifah mengungkapkan, pembentukan Tim Transisi itu merupakan tahap lanjutan, setelah sebelumnya ada Tim Navigasi.

Sekedar diketahui, Tim Navigasi dibentuk berjumlah pada kisaran 15 personil, dari berbagai latar belakang, terutama akademisi perguruan tinggi.

Tim dibentuk sebelum Khofifah dilantik ini bertugas untuk menginventarisir semua masalah di masyarakat Jawa Timur. Mulai Kemiskinan, pendidikan, infrastuktur dan lainnya.

Nah, tim transisi ini untuk beberapa waktu ke depan sepertinya bakal sibuk bekerja, menyambungkan program pembangunan Pemprov sebelumnya, dengan serangkaian rancangan kebijakan prioritas Khofifah-Emil.

Upaya sinkronisasi ini, dianggap penting, menyusul perlu kesinambungan pembangunan pendidikan dan penanganan ketimpangan sosial masyarakat di Jawa Timur.

Dalam satu titik obrolan, mantan Menteri Sosial RI ini mengingatkan, untuk tetap menjaga jalinan sinergitas antara pemerintah dan pihak kampus. Tujuan utama, salah satunya adalah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur.

“IPM kita, lebih rendah loh dibanding Provinsi Banten. Itu data 2017 loh”, ungkap Khofifah.

Baca juga: Ngobrol Bareng Gubernur Terpilih Khofifah Indar Parawansa

Sekedar diketahui, Khofifah–Emil unggul 7,11 persen atau 1.389.204 suara atas pasangan Gus Ipul-Puti pada Pilgub 27 Juni 2018 lalu. Khofifah- Emil sukses memenangkan suara di 26 dari 38 Kota/Kabupaten di Jawa Timur.

Rilis KPU Jatim, Khofifah-Emil mendapatkan suara sebanyak 53,55 persen atau 10.465.218 suara, sedangkan Gus Ipul-Puti meraih 46,45 persen atau 9.076.014 suara. (bel/ono)