Ditangkap KPK, Romi Merasa Dijebak

0
654
M. "Romi" Romahurmuziy.

Jakarta (wartabromo.com) – Romahurmuziy, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangungan (PPP) merasa dijebak atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (15/3/2019). Ia menyebut KPK menangkapnya di ruang terbuka sebuah lobi hotel di Surabaya.

Hal tersebut terungkap dalam surat tulisan tangan, berisi curahan hati (curhat) Romi yang beredar beberapa saat lalu.

Dalam curhatan Romi yang ditulis di Jakarta, 16/3/2019 ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa dijebak.

“Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan. Bahkan firasat pun tidak. Itulah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka,” tulisnya.

Ketum PPP ini bahkan menganggap kejadian ini merupakan sebuah risiko yang harus ia tanggung sebagai seorang juru bicara terdepan dalam sebuah koalisi yang menginginkan sang petahana kembali memimpin RI.

“Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan bahkan bulan sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah risiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham Nasionalisme-Religius yang moderat,” lanjut Romi.

Baca: Curhatan Romi dalam Tulisan : Permohonan Maaf pada TKN hingga Keluarga

Diwartakan, Romi tertangkap tangan oleh KPK pada Jumat, (15/3/2019) di sebuah lobi hotel di Surabaya. Operasi tersebut terkait dengan kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). (ptr/ono)