Semburan Abu Vulkanik Bromo Disebabkan Gempa Subduksi

0
327

Probolinggo (wartabromo.com) – Aktivitas Bromo secara visual saat ini masih mengeluarkan hembusan abu. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut kondisi itu dipengaruhi oleh adanya gempa subduksi atau tektonik.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gunung Api (MGA), Hendra Gunawan kepada wartabromo.com, Sabtu (16/3/2019). Ia mengatakan aktivitas Bromo secara visual saat ini masih mengeluarkan hembusan abu. “Dan ini bukan kejadian pertama kali,” ucapnya.

Hendra mengatakan kondisi itu sudah terjadi sejak adanya gempa gempa subduksi/gempa tektonik pada 14 dan 19 Februari, serta 10 Maret 2019. Pasca gempa gempa tersebut, PVMBG memperkirakan menggoncang kawah Bromo pada 19 Februari dan 10 Maret. Sehingga secara visual muncul hembusan abu selama 2-3 hari yang kemudian reda.

“Saat ini hembusan abu masih terjadi, namun energi tremor masih relatif rendah. Sehingga secara umum aktivitas vulkanik Bromo tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, Badan Geologi tetap memantau aktivitas Bromo secara intensif,” jelas Hendra.

Status Gunung Bromo saat ini masih pada level waspada. Abu vulkanik membubung setinggi 600 meter mengarah ke Probolinggo dan Lumajang. Asap kawah bertekanan sedang teramati warna coklat dengan intensitas tipis-tebal.

Selain lontaran abu vulkanik, aktifitas kegempaan juga terekam dengan amplitudo 0,5 – 5 milimeter, dominan 1 milimeter.

“Disampaikan rekomendasi aman Bromo pada level 2 ini, pada radius 1 km dari kawah dapat beraktivitas. Dengan membawa dab memakai masker agar terhindar dari abu yang bisa mengganggu pernafasan,” tandas Hendra. (cho/saw)