Sopir Ambulans RSUD Waluyo Jati Dihajar Warga saat Antar Jenazah

98908

Probolinggo (wartabromo.com) – Apes nian nasib Rudi Hartono (38), sopir ambulans Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan. Ia alami patah hidung, dianiaya oleh Agung, warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (25/4/2019).

Menurut Rudi, sekitar pukul 10.00 WIB dirinya mendapat perintah untuk mengantar salah satu jenazah warga RW 7 Kelurahan Semampir. Jenazah tersebut akan diantar ke tempat pemakaman umum (TPU) yang berada di selatan pasar Semampir. Rudi pun mengambil jalan kecil di selatan pasar atau dari arah barat simpang tiga jalan Semampir-Sentong.
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sekitar 40 KM. Sebab, jika terlalu pelan akan mengganggu arus lalulintas. Dari arah barat ini, ambulans melewati Masjid An-Nur sebelum tiba di TPU. Namun, usai melewati masjid dan berhenti di depan TPU, Rudi ditegur Agung.

“Padahal menurut saya itu biasa, karena laju kecepatan mobil 40 (KM), apalagi jalannya sempit. Kalau terlalu pelan takutnya juga mengganggu pengendara lain,” tutur Rudi saat ditemui di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Waluyo Jati.

Tak hanya menegur, warga Perumahan Semampir Indah itu, memukul Budi dari arah belakang. Pukulan yang tiba-tiba itu, mengenai mata dan hidung sebelah kanan. Akibatnya, hidung Rudi patah dan harus mendapatkan perawatan medis.

“Mata sebelah kanan yang dipukul, pukulannya juga mengenai hidung. Saya tidak melawan karena posisi saya saat itu berada di dalam mobil, masih mau turun untuk menurunkan jenazah,” terang pria yang sudah 6 tahun menjadi sopir ambulans RSUD Waluyo Jati Kraksaan ini.

Kapolsek Kraksaan Kompol Joko Yuwono mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan dari korban. Meski begitu, ia mengetahui adanya kasus pemukulan itu. “Kami belum mendapatkan laporan dari korban. Karena ini kasus yang sangat serius, kami langsung mendatangi rumah sakit untuk jemput bola,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit dan sekaligus meminta keterangan dari korban. Serta mencari keterangan lain dari saksi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Baru setelah itu kami akan proses lanjut. Karena ini memang kejadian luar biasa, apalagi sopir ambulans-nya hendak mengantarkan jenazah. Selain itu, informasi terakhir yang kami dapatkan, korban mau dirujuk ke Jember karena hidungnya patah,” tandas Joko. (cho/saw)