Mencengangkan, Tiap Hari Ada 4 Ton Sampah Plastik Menumpuk di Pasuruan

1109

Pasuruan (Wartabromo.com) – Mengurangi sampah plastik, PKK Kabupaten Pasuruan kini tak lagi menggunakan air minum kemasan dalam tiap kegiatannya. Hal serupa, bakal disusul oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pasuruan.

Memang seberapa banyak sih sampah plastik di Kabupaten Pasuruan?

Air mineral yang dikemas dalam plastik sekali pakai ini menyebabkan sampah menumpuk. Wartabromo.com mencoba menelusuri seberapa banyak sampah, terutama sampah plastik yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Dan hasilnya, mencengangkan.

Dari Sistem Informasi Pengelolahan Sampah Nasional (SIPSN) diketahui, bila pada periode 2017-2018, Kabupaten Pasuruan menghasilkan 1.130 ton sampah berasal dari timbunan sampah rumah tangga. Jumlah itu perhari lho ya?

Dari sekian banyak timbunan, sampah plastik sepertinya menempati urutan tertinggi dari jumlah maupun jenis sampah yang dibuang di Kabupaten Pasuruan. Setiap hari, lebih dari 4 Ton sampah plastik dibuang dari rumah-rumah maupun tempat lainnya. Angka tersebut setara dengan 0,36% keseluruhan timbunan sampah rumah tangga.

Lainnya adalah sampah-sampah sisa makanan, sampah kertas, hingga sampah kayu ranting daun.

Sekadar catatan, lebih dari 14 ton sampah dihasilkan dari perkantoran. Pasar tradisional turut menyumbang 42 ton tiap hari. Sedangkan, Sampah dari fasilitas publik pun menambah jumlah timbulan sampah sebanyak 28 ton. Terlebih, sampah kawasan, tiap hari menghasilkan 56 ton sampah. Dan dari wilayah lain pun menghasilkan hampir 100 ton yang siap dibuang perharinya.

Seperti disebut di awal kalimat, sampah plastik menempati urutan tertinggi. Nah, di urutan kedua, sampah sisa makanan paling banyak dibuang dengan sampai lebih dari 3 ton perharinya. Kemudian, sampah kertas sebanyak 2,3 Ton. Sampah kayu, ranting, dan daun sebanyak 7% dari total volume sampah rumah tangga ini.

Sedangkan 3% atau setara 300 kilo sampah kaca menambah jenis sampah yang dibuang. Kemudian sampah kain tekstil dan karet kulit sama-sama menyumbang 100 kilo perharinya.

Baca: Tak Hanya Anggota PKK, Air Minum Kemasan Bakal Ditiadakan saat Kegiatan OPD Pemkab Pasuruan

Menjadi tertinggi, maka tak heran PKK Kabupaten Pasuruan mengurangi sampah plastik dengan tidak lagi menggunakan air minum kemasan. Bahkan kabarnya, Bupati Pasuruan lagi menyusulkannya melarang OPD menggunakan air minum kemasan plastik.

Baca: Surga Belanja tiap Senin di Gunung Gangsir

Tapi Bolo, tak hanya sampah plastik, sisa makanan pun harus lebih diperhatikan, agar sampah tersebut tidak kian bertambah.

Yuk jaga lingkungan kita dari sampah. (mg4/ono)