Pria Tertabrak Kereta di Rejoso sempat Dikira Korban Pembunuhan

1171

Rejoso (WartaBromo.com) – Seorang pria tewas di pinggir perlintasan Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Polisi pastikan pria nahas ini menjadi korban tertabrak kereta api.

Pria itu diketahui bernama Widi Harsono (44), warga Papan Bestari, RT 05 RW 07, Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Ia ditemukan warga sudah tak bernyawa dengan luka menganga pada kepala dan sebagian tubuhnya,  seakan-akan terkena pukulan benda keras.

Temuan itu membuat geger. Terlebih ketika warga mendekat dan melihat luka yang dialami Harsono. Kontan isu merebak. Warga pun menduga-duga bila Son –panggilan akrab Harsono-, menjadi korban pembunuhan. Isu terus berkembang, dengan menyebutkan Son telah dibunuh oleh orang gila. Dikatakan warga, di sekitar lokasi, sebelumnya kerap dijumpai orang gila mengamuk.

“Saya curiga sama orang gila yang biasanya di sekitar. Soalnya sedikit-sedikit ngajak carok,” ungkal Rifai, pedagang soto sekitar lokasi.

Namun demikian, Rifai menegaskan bila selama beberapa waktu berada di kawasan itu, tak pernah terlihat atau terdengar ada perkelahian, seperti yang diperkirakan.

Dugaan warga pun dibantah polisi. Pasalnya, dari hasil identifikasi dan pemeriksaan di lokasi, Son dipastikan meninggal akibat tertabrak kereta api.

“Tidak benar korban pembunuhan. Korban meninggal karena tertabrak kereta api,” tandas AKP Bambang Sugeng, Kapolsek Rejoso, Rabu (14/8/2019).

Hanya saja, kematiannya terbilang cukup mengenaskan, karena baru diketahui ketika hari sudah berganti, yakni Rabu pagi tadi. Son celaka, tertabrak kereta api diperkirakan pada Selasa (13/8/2019) malam.

Baca: Mayat di Jarangan yang Gegerkan Warga, Ternyata Tewas Disambar Kereta

Widi Harsono ditemukan seorang pencari rumput bernama Paidi (50), tergeletak pada jarak 4 meter sisi selatan lintasan rel. Temuan itu kemudian gegerkan warga, meski langsung dilaporkan ke polisi.

Beberapa warga menerangkan, selama ini korban jarang pulang ke rumahnya, bekerja membantu pedagang soto yang ada di sekitar lokasi. Setelah bekerja hingga malam, korban biasanya tidur di dalam warung. (ono/ono)