Limbah Batu Bara di Sukorejo Makan Korban, DLH Bungkam

1999
Suprapto, Kabid Pengelolaan Sampah, B3 dan non B3 .

Pasuruan (WartaBromo.com) – Abu panas diduga limbah batu bara yang dibuang di batas Desa Pucangsari-Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan makan banyak korban. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan pun enggan tanggapi hal tersebut.

Saat ditemui WartaBromo di kantor DLH, Kabid Pengelolaan sampah, B3, dan non B3 Suprapto seakan lepas tanggung jawab perihal abu panas di depan kebun kurma itu. Ia mencoba menghindar dan melempar jawaban kepada petugas yang berada di lapangan.

“Langsung ke Pak Anang dan Pak Sabnu saja,” ujar Suprapto, saat sebutkan nama petugas lapangan, Kamis (17/10/2019).

Padahal, posisi Suprapto merupakan Kepala Bidang yang menangani hal tersebut. Ditambah lagi, orang yang dimaksud Suprapto sedang tidak berada di tempat. Pria ini berdalih tak punya kewenangan untuk menjawab.

“Saya kan gak ikut di lapangan, ada yang lebih berhak menjawab,” elak Suprapto.

Abu panas tersebut diduga merupakan limbah batu-bara termasuk dalam golongan limbah B3 (Bahan berbahaya dan beracun).

Baca:

Sudah Tiga Warga Jadi Korban Abu Panas di Depan Wisata Kebun Kurma

Lokasi Korban Terperosok Diduga Tempat Timbunan B3

Diduga, abu panas ini merupakan limbah yang dibuang sembarangan, tanpa ada pengelolaan yang layak.

Apalagi, tempat pembuangan tak hanya satu bagian. Namun, ada banyak titik-titik gundukan limbah. Bahkan, ada yang tak terlihat, sebab tertimbun dedaunan kering.

Gundukan abu panas tersebut, memakan banyak korban. Termasuk satpam wisata Kebun Kurma yang terluka cukup parah.

Baca: Di Mana “Alamat” Dinas Lingkungan Hidup?

Korban rata-rata menderita luka bakar. Seperti yang dialami Waluyo (32), pemuda asal Dusun Jagalan, Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Dia harus merelakan kedua kakinya melepuh usai terperosok abu panas.

Setelah kejadian naas tersebut, Waluyo dilarikan ke UGD Puskesmas Purwosari. Hingga saat ini, ia masih dalam perawatan. (trn/may)