Sempat Berhenti Operasi, Pabrik Teh Gelas Kembali Produksi

6261
Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication PT CS2 Pola Sehat.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sempat berhenti operasi, PT CS2 Pola Sehat akhirnya berproduksi. Terhitung sejak Kamis (24/10/2019) pabrikan minuman kemasan yang dikenal dengan merk Teh Gelas itu memulai kegiatan produksinya.

Head of Corporate and Marketing Communication, Harianus Zebua mengatakan, keputusan perusahaan untuk kembali beroperasi itu didasarkan atas sejumlah pertimbangan. Utamanya, setelah sebelumnya ratusan karyawan berunjuk rasa guna menuntut perusahaan kembali beroperasi.

“Merespons aksi damai yang dilakukan oleh sebagian besar karyawan agar perusahaan kembali beroperasi, manajemen PT CS2 Pola Sehat memutuskan untuk menjalankan kembali operasional pabrik,” tulis Harianus, Kamis (24/10/2019) sore.

Seperti dikerahui, perusahaan yang berlokasi di Desa Baujeng, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan itu memutuskan untuk menghentikan produksinya terhitung sejak 7 Oktober lalu. Keputusan itu diambil menyusul protes warga yang menuduh perusahaan melakukan pencemaran terhadap Kali Wangi.

Untuk menepis tuduhan itu, perusahaan ini sempat menunjukkan unit instalasi pengolahan limbah miliknya. Termasuk, menunjukkan data record uji limbah setiap bulan yang hasilnya masih di bawah ambang batas.

Kendati demikian, sebagian warga tetap bersikukuh dengan tudingan pencemaran itu. Padahal, memastikan Kali Wangi tercemar, perlu pembuktian secara ilmiah.

Meski begitu, sadar akan gejolak warga yang kian memanas, pada akhirnya perusahaan memutuskan untuk berhenti produksi. Dan, hasilnya, Kali Wangi yang oleh warga disebutkan tercemar tetap berbau.

Menurut Harianus, kenyataan itu membuat perusahaan makin yakin bahwa tidak ada pencemaran yang dilakukan olehnya. Karena itu, diputuskanlah untuk kembali produksi. Hal itu sekaligus menindaklanjuti masukan dan juga pertimbangan Komisi I DPRD setempat usai sidak, beberapa waktu lalu.

Baca: Karyawan PT CS2 Pola Sehat Berdemo, Bujuk Pabrik Kembali Beroperasi

“Dan secara faktual tuduhan pencemaran limbah yang dialamatkan ke kami tidak terbukti. Sejumlah sidak yang dilakukan oleh pihak terkait ke dalam pabrik pun menyimpulkan hal yang sama bahwa proses pengolahan limbah kami sesuai dengan ketentuan,” terang Harianus.

Dikatakannya, gara-gara polemik ini, ratusan karyawan terpaksa kehilangan penghasilan lantaran operasional pabrik yang berhenti itu. “Kasihan karyawan. Pada akhirnya, mereka yang menjadi korban atas tuduhan yang tak pernah terbukti itu,” jelasnya. (asd/asd)