Atlet Arum Jeram Probolinggo Wakili Jatim di Kejuaraan Internasional

652

Probolinggo (wartabromo.com) – Tim arum jeram asal Kabupaten Probolinggo dipilih ikuti kejuaraan R4 Silokek Geopark Rafting World Cup (SGRWC) 2019. Mereka ditarget masuk 3 besar dalam nomor open men (terbuka pria) pada ajang internasional itu.

Tim arum jeram dipilih oleh Federasi Arum Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Timur (Jatim) tersebut akan dikirim ke Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Ada 4 atlet Akan bertarung dengan puluhan tim peserta dari dalam dan luar negeri di even pada 10-14 November ini. Mereka adalah Mattari (37), Rudianto (31), Herin Winarto (33) dan Moh. Hasan (39).

“Kita memang kuat di nomor itu (open). Tim ini yang sama ikut eksebisi PON di Jawa Barat. Mereka memperoleh 3 emas, 2 perak, dan 3 perunggu,” ujar Imam Santoso, Ketua Pengprov FAJI Jawa Timur, Kamis (31/10/2019).

Dengan pertimbangan itu, tim asal Probolinggo inilah yang dikirim ke kejuaraan internasional. Ia menilai tim Probolinggo paling siap, sehingga Pengprov FAJI mematok target 3 besar di kejuaran ini.

Tim asal Kabupaten Probolinggo ini, akan berangkat pada Jumat (31/10/2019), untuk beradaptasi dengan rute yang masuk kategori III-IV tersebut.

“Kita ada orientasi selama 4 hari sebelum hari H. Itu merupakan kebiasan kami sebelum bertanding. Kita nggak tahu treknya seperti apa,” kata Mattari, kapten tim.

Mattari mengakui, jika kejuaraan internasional ini, yang pertama kali diikuti. Meski demikian, sejumlah catatan penting soal lawan yang dihadapi, telah dikantongi.

“Yang kita waspada adalah tim dari luar itu, Ceko dan Jepang, karena mereka punya speed dan power (kecepatan dan kekuatan) yang baik. Kalau dalam negeri, dari DKI,” lanjut pria yang akrab dipanggil Oga itu.

Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo, Tatok Krismarhento, memiliki keinginan tim putra daerah tersebut, membawa pulang medali.

Bila itu diraih, harapannya dapat menjadi pemicu anak-anak muda Kabupaten Probolinggo untuk menjadi atlet arum jeram.

“Kita punya sungai dengan arum jeram dengan kategori terbaik di Indonesia. Sayang jika potensi itu tidak dikembangkan dengan menghasilkan atlet berprestasi. Harus ada regenerasi,” kata Tatok. (saw/saw)