Drama Gadai Anak: Hipnotis hingga Penculikan

910
“Berita penculikan anak saya tidak benar. Yang benar anak saya dijaminkan pada orang terkait utang saya,”

Laporan Maya Rahma

SEMALAM warga Pasuruan sempat bingung, resah dan khawatir. Kabar seorang ibu yang punya bayi berumur dua bulan, dihipnotis, menyebar luas.

Ceritanya kira-kira begini. Si ibu yang bernama Eka Septian sedang mengantarkan anaknya periksa rutin ke RSUD Bangil. Setelah pemeriksaan selesai, si ibu pulang dan berniat mencari angkutan ke Pandaan. Kebetulan, setelah melalui perjalanan kecil, ia berada di depan Pasar Bangil, lalu menunggu angkutan umum.

Tiba-tiba Elf hitam menyambanginya. Elf dengan 3 penumpang ini bertujuan ke daerah Pandaan. Si Ibu pun naik.

Ndilalah saat sampai di seputar pintu Tol Bangil, Ia diturunkan oleh penghuni mobil Elf hitam. Sementara, anak Septi yang bernama Karin Mauliyah Novatra diambil oleh penumpang tersebut.

Septi kemudian telepon sang ayah untuk dijemput, karena diduga telah dihipnotis. Selanjutnya keduanya melaporkan kehilangan anak ke Polsek Bangil.

“Karena mereka kasihan (pihak Polsek Bangil, red) akhirnya menyarankan langsung ke Polres Pasuruan,” Ujar Ayah bayi, Gunawan Wibisono, Kamis (16/01/2020) saat ditemui di rumahnya.
*
Sekilas, cerita ini cukup meyakinkan. Ratusan warganet pun beramai-ramai membagikan informasi kehilangan bayi tersebut. Mereka berharap, bayi malang ini segera ditemukan.

Polisi pun bergerak cepat. Berbagai bukti dikumpulkan. Ungkapan kejanggalan pun sempat terlontar dari Waka Polres Pasuruan.

“Saya nyatakan berita-berita tentang penculikan yang sempat viral, tidak ada kasus seperti itu,” singkat Waka Polres Pasuruan, Kompol Hendy Kurniawan.

Selang beberapa waktu, muncullah sebuah video sang Ibu yang meminta maaf karena membuat heboh jagat sosial media. Ya, dia mengaku jika tidak ada kasus penculikan anak.

Berita penculikan anak saya tidak benar. Yang benar anak saya dijaminkan pada orang terkait utang saya. Dan sekarang anak saya sudah diamankan oleh Polres Pasuruan,”ujar Eka melalui rekaman video.

Duarrrrr… Terungkap sudah.

WartaBromo langsung melakukan kontak dengan sang ayah, Gunawan via aplikasi telepon setelah kegemparan itu terjadi. Sebab, sang ayah sempat mengunggah status jika anaknya sudah ditemukan.

Telepon kami diterima, namun oleh sang istri. Kebetulan sekali, karena sang istri memang “lakon” yang sedang dicari-cari sejak berita ini beredar.

“Anak saya sudah ditemukan,” singkatnya.

Lalu saat WartaBromo menanyakan terkait kasus ini, Septi lekas menutup telepon. Panggilan berikutnya pun Ia acuhkan.

Redaksi kemudian bergeser meminta informasi pada polisi terkait kasus ini. Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian Wimbarda mengungkapkan upaya penyelidikan polisi selama kurang lebih 1×24 jam itu.

“Seperti saat menelusuri jejak CCTV,  kami tidak menemukan apapun yang seperti dikatakan oleh si ibu ini. Kayak jejak mobil Elf hitam, sudah kami telusuri juga CCTV tol, tapi gak ada,” ungkapnya.

Polisi kemudian mencari sang Ibu, dan diamankan saat berada di Terminal Pandaan. Diyakinkan kemudian jika kabar penculikan ini hanya hoax semata.

Diduga, Septi memiliki utang kepada seseorang bernama Mishadi sebesar Rp1 juta. Karena tidak ada uang untuk membayar, sang bayi kemudian dijaminkan pada Mishadi.

Lalu oleh Mishadi, Karin diberikan kepada Siti Maysaroh. Jika sang ibu ingin anaknya kembali, maka Ia harus membayar Rp2 juta sebagai uang tebusan.

Drama belum berakhir, sebab polisi masih berupaya menyelidiki kasus ini. Bukan karena penculikan, namun bisa jadi si ibu terlibat human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang.

“Untuk dugaan ini masih kita dalami terlebih dahulu, tapi memang Ia untuk saat ini dilaporkan karena menjaminkan anaknya untuk utang,” tutupnya.

Semua lakon yang ada di drama ini bisa dijerat dengan pasal 1 ayat 1 UU No 21 Tahun 2007 tentang tindak perdagangan orang dan pasal 76 F undang-undang perlindungan anak.

Baca: Polisi Tangkap “Penculik” Bayi

Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kasus ini. Namun yang perlu digaris bawahi, tidak ada penculikan anak atau hipnotis.

Terlepas dari semua, ibu-ibu atau bapak-bapak tetap harus berhati-hati untuk protect anak ya. Kejahatan bisa datang dari mana saja. Bisa saja datang dari oknum orang tua sendiri. (*)