Berada di Cina, Alumni Al-Yasini Minta Dikirimi Berkah Alfatihah

6112

Pasuruan (WartaBromo.com) – Ada 50 mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan tertahan di Cina, dan kepulangannya sudah diagendakan. Harapan terhindar virus corona tetap ditunjukkan agar dapat berkumpul kembali bersama keluarga.

Salah satu pengharapan itu disampaikan oleh seorang mahasiswa bernama Doni Firdaus dalam sebuah rekaman video.

Dengan mengenakan jaket jamper dan masker, rekaman yang lumrah disebut vlog itu dilakukan di sebuah jalanan Beijing, Cina.

Terlihat latar belakang di sepanjang jalan ibu kota itu sepi, pohon berdiri tegak meranggas. Walau pada akhir video berdurasi 41 detik tersebut, kemudian terlihat seseorang berada di belakang Doni.

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, perkenalkan nama saya Doni Firdaus asal dari Bali. Peraih beasiswa di Yangzhou Polytechnic college,” kata Doni mengawali.

Usai salam, pernyataan dilanjutkan dengan mengatakan, jika dirinya merupakan alumni Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, Areng-areng, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.

Kepada orangtua, kerabat, serta sahabat, Doni meminta dukungan, terutama doa agar bisa bertahan dan terhindar dari virus corona, yang disebutnya mematikan itu.

Kepada seluruh keluarga, sahabat tanpa terkecuali, minta doanya supaya kami alumni Al-Yasini bisa balik ke tanah air Indonesia. Dijauhkan dari virus corona yang sangat mematikan,” tandasnya.

Minta barokah Alfatihah. Khusus buat alumni Al-Yasini yang ada di Cina,” ucap Doni memungkasi dengan salam.

Sampai saat ini, meski mengaku alumni Al-Yasini, belum didapatkan penjelasan, apakah Doni termasuk dalam bagian program beasiswa pendidikan yang dicatatkan Pemkab Pasuruan.

Baca: Mahasiswa Pasuruan di Cina Putuskan Pulang, Sebagian Ngaku Sulit Biaya

Diketahui, sebanyak 73 mahasiswa sebelumnya dicatat Pemkab Pasuruan tengah menempuh studi di Cina. Dari jumlah itu, 23 mahasiswa disebut telah pulang ke Pasuruan.

Sedangkan 50 mahasiswa lainnya masih berada di Cina, berdekatan dengan virus corona, hingga direncanakan pulang ke Indonesia, pada 4 Februari esok.

Mereka merupakan penerima beasiswa Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) dan Southeast Asian Minister of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC).

SEAMEO-SEAMOLEC merupakan organisasi di bawah Kementerian Pendidikan se-Asia Tenggara yang memiliki program beasiswa ke Cina dengan target kuota 1.000 pelajar SMA dan SMK dari seluruh Indonesia.

Dalam program ini, Pemkab Pasuruan memberikan beasiswa untuk masing-masing mahasiswa sebesar Rp22,825.000. Uang tersebut digunakan biaya pendidikan dan asrama, selain kebutuhan hidup yang ditanggung 50% selama setahun.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi mengatakan, ke-73 mahasiswa ada yang sudah lulus SI, ada yang masih baru beberapa semester. Sebagian ada yang meneruskan ke jenjang S2.

Mereka kuliah di beberapa universitas. Seperti Changzou University, Nanjing University, Anuhi University, Wuxing Institute of Technology, Yangzhou Polytechnic Institute, dan universitas lainnya.

Diakui, wabah virus corona membuat mahasiswa khawatir dan ketakutan. Sehingga momen liburan winter (musim dingin) selama 2 bulan ini, menjadi waktu tepat untuk meninggalkan Cina, dan kembali ke Pasuruan.

“Kebetulan Januari sampai Februari ini lagi libur musim dingin. Jadi para mahasiswa memilih balik ke Indonesia,” kata Iswahyudi saat di kantornya, Jumat (31/01/2020).

Semenjak kasus virus corona mengemuka, Iswahyudi menegaskan selalu berkomunikasi dengan seluruh mahasiswa melalui aplikasi WhatsApp.

Bahkan, hampir setiap hari mahasiswa bergantian melaporkan kondisi kesehatan dan lingkungan sekitar asrama maupun kampus mereka. (ono/ono)