Digilas Zaman, Sopir Angkutan Kota Pasuruan Tak Miliki Gairah

6284

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kemajuan di bidang transportasi yang tak bisa dibendung berimbas pada angkutan umum konvensional. Di Kota Pasuruan, angkutan umum mengalami penurunan cukup drastis.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, saat ini ada 61 angkutan umum di Kota Pasuruan (Angkot). Itu pun dikatakan, belum tentu semua Angkot yang bertahan rutin beroperasi.

Penurunan separuh lebih jumlah armada angkutan kota tersebut dicatat, terutama terjadi sejak tahun 2015 silam.

Kondisi muram Angkot Pasuruan itu dibenarkan oleh pihak Primer Koperasi Angkutan Darat (Primkopangda) Kota Pasuruan.
Ketua Primkopangda Kota Pasuruan Toyib menyebut, sebelumnya ada 152 angkutan yang beroperasi di Kota Pasuruan.

Namun, selama kurun lima tahun terakhir, banyak sopir yang mulai meninggalkan pekerjaannya, beralih profesi ataupun memilih aktivitas lainnya.

Menurut Toyib ada banyak hal yang menyebabkan gairah sopir angkutan menurun. Mulai dari adanya Ponsel, kemudahan mengambil sepeda motor, hingga tren ojek online (Ojol).

“Ya sekarang teman-teman ada yang jadi kuli, jualan di pasar, macem-macem,” ujarnya.

Heri (60), salah satu sopir angkutan mengatakan, dulu sekali narik dari pagi hingga siang, bisa mendapat uang sekitar Rp150 ribu. Tarif yang dikenakan waktu itu rata-rata Rp1 ribu – Rp2 ribu. Artinya, dalam setengah hari ia dapat mengangkut ratusan penumpang.

“Siang pulang, terus nonton bioskop di Kumala. Lha sekarang, jangankan Rp70 ribu, Rp50 ribu aja susah,” kata Heri mengenang semasa menikmati hasil sebagai sopir Angkot. (tof/ono)