Usai Kebanjiran, Jasa Marga Akan Tinggikan Tanggul Tol Malang-Pandaan

731

Pasuruan (WartaBromo.com) – Banjir disertai lumpur sempat menggenang di tol Pandaan-Malang (Mapan), Sabtu (21/02/2020). Agar tak terjadi hal serupa, pihak Jasa Marga Tol Pandaan-Malang (JPM) berencana tinggikan tanggul.

Bukan tidak mungkin, di musim penghujan ini debit air hujan akan lebih tinggi lagi hingga sebabkan banjir. Seperti terjadi di tol yang berada di wilayah seputar Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.

Banjir tiba-tiba memenuhi jalanan jalur bebas hambatan itu, setelah hujan deras mengguyur sejak siang hingga sore tadi.

Adanya limpahan air pada saluran irigasi, disebut jadi pemicu, jalan tol Mapan kebanjiran.

Humas Jasa Marga tol Mapan, Agus Tri Antio mengatakan, mengantisipasi hal serupa agar tidak kembali terjadi, pihaknya akan segera meninggikan tanggul. Upaya itu terutama dilakukan di KM 6.800, titik lokasi tol yang kebanjiran.

“Kami akan meninggikan tanggul saluran irigasi dengan perkerasan batu krikil,” ungkap Agus.

Meski demikian, tidak dijelaskan, berapa volume atau luasan tanggul yang bakal ditinggikan, mengingat besarnya luberan air merendam jalan tol.

Baca juga:

Tol Malang-Pandaan Kebanjiran

Banjir di Tol Malang-Pandaan Surut, Jalanan Dipenuhi Endapan Lumpur

Tol Malang-Pandaan Banjir, Ini Penyebabnya

Diketahui, penyebab banjir kali ini oleh pihak tol dikatakan lebih diakibatkan dari curah hujan cukup tinggi. “Sehingga saluran (irigasi) yang ada tidak mampu menampung debit air yang melebihi normal,” jelasnya.

Meski telah surut, banjir yang terjadi di lajur tol Mapan KM 68.800 arah Surabaya ini menyisakan material lumpur. Pembersihan dilaporkan sudah dilakukan, meski pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati, saat melintas di jalan tol bekas banjir.

Diberitakan sebelumnya, jalan tol Mapan ini alami kebanjiran. Terlihat dari video maupun foto yang tersebar di media sosial, air meluap dari atas tebing atau tanggul tol langsung turun ke bawah dengan deras memenuhi jalan. (nul/ono)