Lobi Berjam-Jam, Rias Judikari Akhirnya Terpilih Aklamasi

1760
Bantah Partai Golkar sebagai Politik Dinasti

Pasuruan (Wartabromo.com) – Proses Musyawarah Daerah (Muda) X Partai Golkar Kabupaten Pasuruan berlangsung sumuk. Kesan sumuk (hampir panas,red) itu terpancar dari proses lobi yang mempertemukan antara Ketua lama, Udik Djanuantoro dengan Nik Sugiharti, calon penantang Rias Judikari Drastika.

Lobi yang difasilitasi pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur ini dilangsungkan di sebuah rumah makan di Bangil. Atau beberapa ratus meter dari venue Musda yang berada di gedung Graha Diponegoro, Bangil.

Proses lobi berlangsung cukup lama, sekitar 2,5 jam. Lobi dimulai pasca seremonial acara, yakni mulai pukul 14.30  dan berakhir pukul 17.05 WIB. Alotnya lobi ini salah satunya karena suara Musda sudah terbelah. Beberapa Pengurus Kecamatan (PK) ada yang sudah terlanjur menjagokan Nik Sugiharti. Sementara suara lain memilih Rias Judikari Drastika.

Baca Juga :   Pasca Penggeledahan, Polda Jatim Segera Umumkan Tersangka Baru SD Gentong

Di masa kepemimpinan Udik Djanuantoro, Rias yang tak lain ada istri Udik menjabat Wakil Ketua. Sementara, Nik Sugiharti menjabat sebagai Sekretaris. Kontestasi antar dua kader terbaik Golkar ini makin menghangat, karena disinyalir ada campur tangan pihak lain di luar internal Golkar Kabupaten Pasuruan.

Karena lobi yang lama itulah, seluruh peserta Musda X hanya bisa menunggu di dalam ruangan. Sebagian merasa jengah karena menunggu terlalu lama. Di antara mereka malah saling bertanya, kapan acara Sidang Pleno 1, 2 dan 3 bisa digelar. Kapan lobi akan berakhir? Apakah deadlock atau cair?

Baru sekitar pukul 17.05 itulah, rombongan DPD Partai Golkar Provinsi yang dikawal Sarmuji mendatangi lokasi acara. Wajah sumringah mulai terpancar dari rombongan lobi. Hal ini membuat suasana ruangan menjadi tidak menegangkan lagi. “Baik…sekarang kita lanjutkan acaranya ya,” ujar Moelya Usman, pimpinan sidang Pleno yang ditunjuk DPD Golkar Provinsi Jatim.

Baca Juga :   Liga 3 Jatim Grup L Digelar di Stadion Unsur Kota Pasuruan Tanpa Penonton

Moelya kemudian memimpin sidang pleno 1 tentang pembacaan Tata Tertib. Kemudian Pleno 2 tentang laporan pertanggungjawaban pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan periode 2016-2020. Kemudian dilanjutkan dengan pemandangan umum yang diwakili Pengurus Kecamatan Lekok dan Hasta Karya.

Gabungan tiga organisasi pendiri partai Golkar yakni, Kosgoro, MKGR dan Soksi.
Dari hasil pemandangan itu, rata-rata menerima laporan tanpa catatan. Dan di akhir pemandangan, baik PK Lekok dan Hasta Karya yang diwakili Wahyudi mendukung Rias Judikari Drastika sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Pasuruan periode 2020-2025.

Karena sudah ada bentuk dukungan itulah, kemudian Moelya Usman menawarkan kepada seluruh peserta. Termasuk meminta suara dari para peserta. “Apakah dengan pemandangan dan dukungan terhadap ibu Rias Judikari bisa disetujui semua peserta yang punya hak suara?” tegas Moelya yang disambut kata setuju oleh seluruh peserta pemilik hak suara. Ndak ada satupun dari PK atau pemilik suara lain yang interupsi akan hal itu. Sehingga, Rias Judikari pun terpilih secara aklamasi (suara terbanyak) secara langsung.

Baca Juga :   Positif Covid-19 Terus Melonjak, 71 Kasus Tercatat dari Gempol

Dengan proses yang mendebarkan itulah, pihak DPD Partai Golkar Provinsi memberikan tongkat komando kepada Rias Judikari. Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan panji kebesaran partai Golkar. “Saya terima mandat dan amanah ini. Mohon dukungan dari semuanya,” ujar Rias Judikari saat menerima bendera partai dari Sarmuji, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jatim.
Usai menerima mandat itu, Rias Judikari otomatis sebagai ketua tim formatur bersama empat formatur lainnya. Formatur diberi tenggat waktu sekitar dua minggu atau maksimal satu bulan untuk membentuk kepengurusan baru.