Lobi Berjam-Jam, Rias Judikari Akhirnya Terpilih Aklamasi

1762
AKLAMASI: Ketua Golkar terpilih, Rias Judikari Drastika.

“Terus terang, saya tidak punya angan-angan menjadi Ketua DPD. Karier politik saya bisa dibilang tidak sengaja. Saat itu karena Golkar ingin mencukupi kuota perempuan. Akhirnya saya diminta Pak Udik untuk siap. Ya wis bismillah. Saya ditaruh di dapil 1 daerah Lumbang sana. Tapi, Alhamdulillah bisa berhasil dan suaranya terbanyak,” tegas Rias yang disambut tepuk tangan peserta.

Termasuk ketika diamanati untuk dicalonkan sebagai Ketua DPD Golkar menggantikan sang suami. Udik sendiri sudah dua periode berturut-turut, sehingga tidak bisa mencalonkan lagi. “Karena amanah, saya harus menerima. Mohon dukungan dari semua. Ayo kembalikan kebersamaan, kesolidan dan loyalitas demi kejayaan Partai Golkar Kabupaten Pasuruan ke depan,” tegasnya dalam sambutan pasca terpilih.

Baca Juga :   Pasca Penggeledahan, Polda Jatim Segera Umumkan Tersangka Baru SD Gentong

Rias yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan juga membantah ada politik dinasti di partai Golkar. Ia sampai menceritakan integritas dirinya di hadapan peserta Musda. Ia menceritakan jika sukses menjadi anggota dewan tiga periode dengan bermacam-macam Daerah Pemilihan (Dapil). Ia pernah mengisi kuota perempuan dan ditaruh di dapil 1, daerah Lumbang, Winongan, dan sekitarnya. Ia pun sukses melangkah sebagai dewan. Padahal, rumah Rias berada di Sumberanyar Nguling. Ia juga sukses ketika ditaruh di dapil yang lain di periode selanjutnya. Meski ia sudah merasa menanam “investasi suara” di dapil sebelumnya.

“Alhamdulillah, meskipun di dapil yang lain, saya berusaha untuk bisa dipercaya masyarakat. Ini menunjukkan tidak ada politik dinasti di Golkar. Golkar bukan milik perorangan, bukan milik kelompok. Tapi milik seluruh masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :   Liga 3 Jatim Grup L Digelar di Stadion Unsur Kota Pasuruan Tanpa Penonton

Siapapun yang terpilih dalam kepengurusan, lanjutnya, hal ini sesuai dengan kesepakatan dalam tim formatur. “Saya ingin kita memperlancar komunikasi. Jangan ada riak-riak yang menghambat Partai Golkar,” pesannya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jatim, Sihar Simanjuntak dalam sambutan penutup Musda menegaskan kepada seluruh fungsionaris Partai Golkar Kabupaten Pasuruan untuk bersatu padu. “Saya minta Ibu Rias jangan ditinggal sendirian. Jangan ada matahari kembar di partai Golkar. Wakil Ketua atau sekretaris atau siapapun jangan menjadi matahari lain. Tidak boleh ada kubu-kubuan lagi. Sanggup? Setuju?” selorohnya sambil direspon kata sanggup dan setuju dari peserta.

Sihar juga mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan Golkar di bawah kepemimpinan Udik Djanuantoro. Termasuk juga kepada sekretaris Nik Sugiharti. “Terima kasih juga pada Bu Nik. Sekretaris dan Ketua harus jalan seiring,” tegasnya yang disambut acungan jempol dari Nik Sugiharti yang duduk di bagian belakang. Usai Musda, Nik juga secara sportif ikut berfoto bersama dan berdiri berjejer dengan Rias Judikari.

Baca Juga :   Positif Covid-19 Terus Melonjak, 71 Kasus Tercatat dari Gempol

“Pertanggungjawaban saudara semua akan dicatat saat pemilu 2024 nanti. Pengurus PK sampai desa tolong bisa membentuk kelompok kader atau Koka. Inilah senjata kita di tingkat bawah,” tegas Sihar. (tof/day)