PBNU Pernah Kendalikan Organisasi Dari Rumah di Kota Pasuruan hingga PKB Kembalikan Kelebihan Bantuan Keuangan, Apa Kabar Gerindra-PPP? | Koran Online 1 Feb

1024

Beragam peristiwa kami sajikan pada 31 Januari melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Senin (01/02/2021). Mulai PBNU Pernah Kendalikan Organisasi Dari Rumah di Kota Pasuruan hingga PKB Kembalikan Kelebihan Bantuan Keuangan, Apa Kabar Gerindra-PPP?

  1. Bahayakan Pengguna Jalan, Reklame di Karangketug Dibongkar Satpol PP

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebuah papan reklame yang berada di Jalan Raya Kraton, Gadingrejo, Kota Pasuruan dieksekusi Satpol PP Kota Pasuruan. Papan reklame ini dieksekusi karena dinilai membahayakan.

Plt. Kasat Pol PP Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah menjelaskan, tindakan yang dilakukan oleh satuannya itu berawal dari keluhan masyarakat sekitar yang khawatir atas kondisi papan reklame tersebut. Simak Selengkapnya.

  1. PKB Kembalikan Kelebihan Bantuan Keuangan, Apa Kabar Gerindra-PPP?
Baca Juga :   DPC PDI Perjuangan Gelar Donor Darah dan Peduli Tetangga

Pasuruan (WartaBromo.com) – Tiga partai politik di Kota Pasuruan harus mengembalikan kelebihan bantuan keuangan politik (banpol) tahun 2019. Dari tiga parpol tersebut, baru PKB yang sudah mengembalikan kelebihan salur.

Kasubbid Kelembagaan Politik Bakesbangpol Kota Pasuruan, Abdul Aziz mengatakan, PKB sudah mengembalikan kelebihan salur pada bulan ini. Simak Selengkapnya.

  1. Dengan Pisang, Santri PP Azidan Belajar Jadi Pengusaha

Kademangan (wartabromo.com) – Bermodal pisang yang tersedia begitu melimpah, santri PP Azidan, di Kelurahan/Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo, belajar jadi pengusaha. Olahan keripik pisang bermerek “Gedang Koe” inipun menembus pasar luar kota.

Pengasuh PP Azidan Kademangan, Diah Retno Purwanti mengungkapkan, di pondok pesantren asuhannya itu, santri tak hanya belajar mengaji dan memperdalam ilmu agama islam. “Tetapi juga kami ajarkan untuk menjadi interpreneur muda yang berbakat. Dengan segala sumberdaya yang ada,” katanya, Minggu (31/1/2021). Simak Selengkapnya.

  1. Menyulap Dolog, dari Kampung “Syur” Menjadi Kampung Anggur
Baca Juga :   Lolos Dari Kepungan Warga, Pemuda Pencuri Motor di Maron Tertangkap Polisi

SEJAK puluhan tahun lalu, perkampungan yang terletak di belakang Gudang Bulog, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang sudah dikenal masyarakat luas sebagai kawasan lokalisasi. Bagi sebagian masyarakat Lumajang, pasti sudah akrab dengan ‘Dolog’ yang menjadi nama lokalisasi tersebut.

Entah mulai kapan kawasan tersebut menjadi tempat persinggahan para penyedia jasa pemuas bagi pria hidung belang. Tidak ada yang tahu persis, sejarah tentang kawasan lokalisasi Dolog. Namun ada beberapa masyarakat yang mengatakan bahwa kawasan lokalisasi itu menjadi yang legendaris di Kabupaten Lumajang. Simak Selengkapnya.

  1. Dari Rumah di Kota Pasuruan Ini, PBNU Pernah Kendalikan Organisasi dan Kobarkan Semangat Revolusi

SEBUAH rumah kuno bercat hijau putih berdiri gagah di Jalan Diponegoro 5, Kota Pasuruan. Siapa menyangka, 75 tahun lalu, di rumah yang hanya berjarak 500 meter dari Makam Mbah Hamid ini pernah dijadikan sebagai kantor darurat PBNU.

Baca Juga :   Jalani Rapid, 23 ASN Pemkab Probolinggo Reaktif

Di rumah itu, roda organisasi, administrasi dan keperluan organisasi PBNU berjalan. Termasuk, mengobarkan semangat revoluasi. Itu terjadi saat Surabaya, dan sebagian wilayah Jawa Timur menghadapi gempuran Sekutu dan Belanda yang ingin mengusai Indonesia. Berbagai berkas, dan stempel organisasi diboyong ke Kota Pasuruan, yang tak lain, merupakan kediaman KH. Muhammad Dahlan. Simak Selengkapnya.