Berkat BPUM, Guru Honorer Ini Eksis Berjualan Dari Rumah

1066
“Pandemi Covid-19 mengubah tatanan kehidupan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Stimulus BPUM diluncurkan guna memacu ekonomi ditengah pandemi. Amina, salah satu penerima BPUM di Kabupaten Probolinggo kini mampu mengembangkan usaha, meski mengorbankan ruang tengah rumahnya sebagai tempat usaha.”

Laporan Sundari Adi Wardhana, Probolinggo.

BEGINILAH suasana di rumah Amina, warga Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo pada Jumat, 28 Mei 2021. Beberapa orang wanita terlihat memilih baju yang terpajang di ruang tengah rumahnya. Semuanya memakai masker, baik tuan rumah maupun pengunjung.

Ya, ruang tengah itu sejak November 2020 lalu, difungsikan sebagai tempat display barang dagangan. “Mbak ini berapa dan ukurannya ada yang lebih besar,” kata wanita muda itu menanyakan harga kaos berwarna pink yang dipegangnya.

Terlihat aneka barang terpajang di ruangan berukuran 5 kali 2,8 meter itu. Seperti pakaian wanita, pakaian anak-anak, kosmetik. Kemudian perabotan rumah tangga dan alat-alat elektronik.

Baca Juga :   Wisata Bromo Tepar

“Stoknya menyesuaikan permintaan dari konsumen,” sebut Amina.

Di masa pandemi ini, Ami, begitu ia dipanggil, selalu menyediakan hand sanitizer di teras rumahnya. Mempersilahkan calon konsumen untuk membersihkan tangan dengan antiseptik tersebut. Tak lupa mengingatkan mereka untuk selalu memakai masker.

“Kami kan gak tahu mereka dari mana saja sebelum ke sini. Saya sendiri selalu memakai masker, saya ingatkan juga mereka, jika tak memakai masker, maka kami berikan secara cuma-cuma. Jadi protokol kesehatan kami terangkan disini,” kata ia.

Ia lantas menceritakan ide awal berjualan di dalam rumah itu. Saat pandemi Covid-19 datang, ketakutan melanda masyarakat akan virus tersebut. Pengetatan aktivitas warga digalakkan oleh pemerintah daerah. Termasuk dunia pendidikan yang digeluti oleh Amina.

“Kemudian ada perintah untuk belajar secara daring (dalam jaringan). Kami pun menyesuaikan dengan memberikan pelajaran secara virtual kepada murid. Lewat grup medsos, saya memberikan materi ajar kepada siswa, termausk evaluasinya,” ujar guru RA. Khidmatul Hikam itu.

Baca Juga :   Gara-gara Jalan Bergelombang, Pikap Kecelakaan di Tol Paspro

Wanita yang biasa aktif berinteraksi dengan siswanya itupun, merasakan kejenuhan luar biasa. Tak ada gelak tawa bocah-bocah berusia 5-6 tahun yang diampunya. Begitu juga pertemuan dengan wali murid yang acap menunggui anaknya di ruang kelas.

“Namun, terasa ada yang hilang dalam proses itu, karena kami tak bisa belajar secara tatap muka. Kalau jenuh begitu, biasanya saya nonton film atau video di medos. Tapi sering diledekin oleh suami. Katanya hanya buang waktu dan uang untuk beli paket data, kalau online harus mendatangkan uang,” cerita istri Ni Sun tersebut.

Ledekan suami tercinta tersebut, menjadi cambuk bagi Ami. Lewat beberapa temannya, ia kemudian mengunggah foto barang perabotan rumah tangga sebagai status di akun WhatsApp dan Facebook. Ternyata ada orang yang tertarik dan ingin membelinya.

Baca Juga :   Penyebab “Dingin” di Pasuruan-Lumajang hingga 20 Daerah di Jatim Zona Merah | Koran Online 8 Juli

“Barang itu punya teman, jadi saya promo saja. Eh, tenyata ada yang tertarik dan membelinya. Dari situlah, saya kemudian aktif mempromosikan barang. Memang sebelum pandemi, saya sudah jualan kosmetik berjejaring, promonya juga via medsos. Jadi sudah terbiasa berjualan tanpa ketemu pembeli, ya memanfaatkan kurir,” ungkapnya.

Lambat laun, upaya itu berbuah hasil. Cuan sedikit demi sedikit mengalir ke kantongnya. Laba itu disimpan dalam celengan dari bekas wadah biskuit. “Hasil laba itu, kemudian saya gunakan sebagai modal usaha,” aku guru honorer tersebut.

Ketika Presiden Joko Widodo menelurkan program bantuan Banpres Produktif untuk Usaha Mandiri (BPUM) pada Agustus 2020, Ami mendaftarkan diri ke Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo. Ketika skema insentif pemerintah bagi UKM di tengah pandemi Covid-19 itu dicairkan, nama Ami termasuk dalam salah satu penerima.