Siasat Puskesmas Tongas Melayani Warga di Tengah Pandemi Covid-19

545
Ketika pandemi Covid-19 mereka, banyak masyarakat yang takut berobat ke puskesmas. Mereka takut tertular virus Korona ketika berobat. Agar kesehatan masyarakat terjaga, Puskemas Tongas membuat inovasi layanan, yakni Prajasa dan Halo Dokter. Layanan ini, berdampak positif bagi masyarakat, juga mampu mencegah kerumunan massa.

Laporan: Sundari Adi Wardhana, Probolinggo

JAM menunjukkan pukul 11.05 WIB ketika Nursila tiba di Puskesmas Tongas, Kabupaten Probolinggo. Ia langsung menuju tempat cuci tangan yang berada di pagar barat fasilitas kesehatan (fakses) itu. Usai itu, ia melangkah ke bagian skrining di depan pintu masuk layanan, yang dilanjutkan ke loket pendaftaran.

Di loket ini, perempuan berjilbab tersebut, menunjukkan notifikasi ponselnya yang menunjukkan jam kunjungannya. Penderita lambung akut itu, tak butuh lama di loket. Setelah dicocokkan dengan database, petugas mempersilahkan dirinya menuju ruang pemeriksaan. Di ruang itu, sudah ada dokter dan perawat yang menunggunya.

Kepada wartabromo.com, Nursila mengaku sudah mendaftar diri untuk berobat, sehari sebelumnya. Ia cukup mengirim pesan singkat ke nomor layanan Prajasa (pendaftaran rawat jalan melalui SMS/WhatsApp). Oleh operator, kemudian dikirimi jadwal berobat.

“Jadi saya kesini sesuai jadwal itu, ya enaknya gak perlu ngantre lama-lama. Bisa langsung ke dokter yang menanganinya. Saya kan sakit lambung, saya bisa menanyakan makanan apa yang cocok dan obat apa yang perlu dihindari,” tutur warga Desa Sumendi tersebut.

Sebelum memanfaatkan layanan Prajasa, Nursila mengaku harus berangkat pagi ke Puskesmas Tongas. Agar mendapatkan nomor atrean muda, jika tidak maka akan mendapat antrean nomor tua. Artinya ia harus menunggu hingga siang hari untuk mendapatkan layanan kesehatan.

“Kalau sebelumnya harus antre, dulu jam dari jam tujuh kadang sampai habis duhur. Sekarang jam sebelas sesuai jadwal datang dan langsung ketemu dokternya, tidak perlu antre. Ini sangat membantu, saya dan keluarga sudah memanfaatkannya,” kata Nursila sembari pamitan pulang membawa obatnya.

Pandemi Covid-19 membuat Puskesmas Tongas, Kabupaten Probolinggo melakukan inovasi untuk tetap bisa memberi layanan. Melalui inovasi Halo Dokter dan Prajasa, masyarakat bisa dilayani dengan aman tanpa kuatir tertular Covid-19.

Saat wartabromo.com berkunjung faskes yang beralamat di Desa Curahtulis itu, semua meja pelayanan pun menerapkan protokol kesehatan (prokes). Di meja itu, ada sekat plastik bening. Tidak hanya itu, semua petugas pelayanan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Mulai dari masker sampai pakai APD.

Tampak beberapa pasien tengah ada ruang antre pendaftaran dan ruang pengambilan obat. Sebagian mereka manfaatkan inovasi layanan Prajasa (pendaftaran rawat jalan melalui SMS/WhatsApp), dan ada juga yang daftar di tempat. Tak tampak kerumunan orang, layaknya layanan kesehatan di tempat lain.

Kepala Puskesmas Tongas, Kurnia Ramadhani menyebut, Prajasa sudah lama diterapkan. Layanan itu mulai diterapkan awal tahun 2020, sebelum ada Covid-19. Dengan harapan, masyarakat yang datang ke Puskesmas tidak terlalu lama antre.

“Dengan Prajasa, diketahui perkiraan jam antrean dilayani. Mereka tak perlu antre lama-lama,” ujarnya.


Ketika pandemi merebak, layanan ini terus diterapkan di tengah pandemi Covid-19. Apalagi saat itu, banyak masyarakat yang takut berobat ke Puskesmas. Takut berobat karena korona, meski mereka sedang sakit.

“Karena Covid-19, masyarakat yang ke puskesmas untuk berobat sempat berkurang. Mereka merasakan keluhan sakit, tapi karena takut Covid-19, jadi tidak berobat. Tentu kami khawatir, meski keluhan sakit ringan, kalau tidak diobati kan bisa makin parah,” kata perempuan yang akrab dipanggil Nia itu.

Selain itu, Nia dan jajarannya berupaya membuat terobosan lainnya, yakni Halo Dokter. Dengan layanan Halo Dokter itu, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan ringan tetap bisa terlayani atau diobati tanpa harus ke puskesmas. Tinggal menghubungi ke nomor Halo Dokter, dr. Peni Endah Sitoresmi siap menerima konsultasi kesehatan dari masyarakat.

Untuk mendapatkan layanan berjalan sejak awal Agustus 2020 itu, pasien cukup identitas dan alamatnya untuk memasukkan data. Tersedia bagi pemegang BPJS maupun non BPJS. Dari yang dikirim, petugas menyiapkan obatnya. Setelah itu, obat diantar ke rumah pasien langsung.

“Pengantaran dilakukan oleh sopir Puskemas hingga ke desa. Dari desa itu, diteruskan oleh perangkat desa dan kader Posyandu. Butuh komitmen bersama antara puskesmas dengan desa,” kata mantan Humas RSUD Tongas tersebut.