TNI dan Wartawan Probolinggo Bagi-bagi Beras saat PPKM Darurat

781
“PPKM Darurat belum secara signifikan menurunkan angka positif covid-19 Probolinggo. Kodim 0820 Probolinggo dan wartawan berkolaborasi menyalurkan beras bagi warga tak mampu. Agar selama pelaksanaan PPKM Darurat kebutuhan hidup dapat terpenuhi dan tetap tinggal di rumah. Sembari mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (Prokes) saat beraktivitas.”

Laporan: Sundari Adi Wardhana, Probolinggo

WAKTU menunjukkan pukul 09.10 WIB pada Senin, 19 Juli 2021, ketika Dandim 0820 Probolinggo Letkol (inf) Imam Wibowo menghubungi wartabromo melalui aplikasi perpesanan.

“Saya dukung 1 ton, tapi Mas-nya ambil sendiri di selep,” begitu tulisnya. Jawaban itu, merupakan hasil diskusi sebelumnya, yang mana Kodim akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 44 ton kepada warga di masa PPKM Darurat berlangsung.

Wah, ini beban berat yang harus dipikul wartabromo, karena tidak mudah mendistribusikan bantuan di masa pengetatan aktivitas warga. Meski begitu, tantangan dari Dandim Probolinggo diambil wartabromo.

Dengan menggunakan pikap sewaan, beras sebanyak 1 ton @5 kg atau 200 bungkus diambil di sebuah selep padi di wilayah Kecamatan Maron.

Sesampainya di rumah, wartabromo lantas menghubungi sejumlah Babinsa (Bintara pembina desa). Bahwa di desa binaan akan disalurkan sejumlah paket beras. Data penerima sudah dipegang sebelumnya.

Waktu menunjukkan pukul 15.20 WIB, ketika wartabromo bersama Serka Ismail Wibowo, Babinsa Desa Besuk Agung, Kecamatan Besuk, mendatangi sejumlah warga di Dusun Taman 2 RT 08-09 RW 03. Membagikan bungkusan beras jelang Hari Raya Idul Adha secara door to door. Memastikan penerima beras memang layak dibantu.

Warga yang menerima bantuan beras juga diberi masker. Mereka juga diingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) meski di rumah. Semisal memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Juga menghindari kerumunan dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Dari informasi yang didapat, mereka memang sering luput dari pendataan ketika ada bantuan-bantuan. Pembagian langsung ke rumah-rumah sebagai upaya untuk menghindari kerumunan. Kami juga terus mengimbau warga untuk di rumah saja,” kata Serka Ismail, yang juga kelahiran Desa Besuk Agung.

Usai dari Besuk Agung, wartabromo bergeser ke Desa Alaskandang dan Alassumur Lor, Kecamatan Besuk. Di 2 desa ini, kami mengajak Koptu Abdur Rahman yang merupakan Babinsa Desa Alaskandang.

Serupa dengan di Besuk Agung, penyaluran beras diantar ke rumah masing-masing penerima manfaat. Plus sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

Penyaluran beras guna mendukung ketahanan pangan di masa PPKM Darurat itu, sejalan dengan program #bantubolodewe yang diluncurkan wartabromo.com. Program terkait informasi seputar UMKM, bantuan sosial dan lainnya yang berkaitan dengan penanganan dan pemulihan Covid-19.

“Tak hanya melalui tulisan, edukasi langsung ke masyarakat juga perlu dilakukan. Pendekatan secara humanis, tentunya lebih efektif ketika disampaikan ke masyarakat. Dengan pangan tercukupi, kami yakin dalam pelaksanaan PPKM Darurat ini, mereka mengurangi aktivitas di luar dan tetap di rumah,” kata S. Adi Wardhana.

Bantuan tak hanya disebar di 3 desa itu, melainkan di 9 desa lainnya di 3 kecamatan. Di Kecamatan Besuk juga dibagikan di Desa Sindet Lami, Kecik dan Alas Tengah. Untuk Kecamatan Paiton, disalurkan di Desa Jabung Candi, Rantutatah, Karanganyar dan Petunjungan. Sedangkan di Kecamatan Kotaanyar di 2 desa, yakni Desa Kotaanyaar dan Triwungan.

Pembagian di lokasi berbeda itu, melibatkan wartawan yang tergabung dalam Pokja Jurnalis Kraksaan. Dibagikan kepada warga sesuai domisili wartawan. Adapun Babinsa yang dilibatkan yakni Sertu Sugiyanto dan Serda Didik Mardianto dari Koramil Paiton, Serda Ishaq dan Koptu Dwi Agung Setyo Utomo dari Koramil Kotaanyaar.

Satu ton beras disalurkan menjadi 150 paket. Dengan rincian 120 paket @5kg atau 600 kg dan 40 paket @10 kg atau 400 kg. Penyaluran beras tersebut selesai pada pukul 22.29 WIB atau di malam takbiran Hari Raya Idul Adha.

Letkol Imam Wibowo menyebut ada 44 ton beras yang digelontorkan untuk warga di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Selain melibatkan wartawan, distribusinya melalui Koramil dan Babinsa. Sasaran terutama yang belum dapat BST, BLT atau apapun bantuan yang terlewati oleh kabupaten, kota atau Polres.