PT Indonesia Power Grati POMU, Satu-satunya Perusahaan Pasuruan Kandidat Emas Proper 2021

834
PEMBERDAYAAN: GM Indonesi Power Grati POMU, Buyung Arianto (dua dari kiri) bersama kades Ranuklindungan dan pengurus rumah kompos Power Green saat tinjau lokasi.

Grati (WartaBromo) – Konsentrasi PT Indonesia Power Grati POMU dalam beberapa hari ini terpusat pada persiapan untuk meraih Proper Emas. Ada 84 kandidat perusahaan se Indonesia yang memperebutkan sertifikat bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tahun 2020-2021.

Salah satu dari 84 perusahaan itu, PT Indonesia Power Grati POMU muncul mewakili Kabupaten Pasuruan. PT IP Grati POMU menjadi satu-satunya perusahaan asal Pasuruan yang masuk menjadi kandidat emas.  Penilaian dewan juri akan dilakukan antara 1 sd 7  Desember 2021 mendatang.

“Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan, khususnya kepada Bupati, Wakil Bupati agar IP Grati dapat memperolah proper emas” ujar Buyung Arianto, General Manager PT IP Grati POMU di desa Ranu Klindungan, Grati, Selasa (23/11).

Proper Emas merupakan bentuk persembahan IP Grati kepada masyarakat Pasuruan. Dalam website Dirjen Kementerian LHK disebutkan ada 84 perusahaan kandidat Emas PROPER 2021.

Hal ini tertuang melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Nomor SK.69/PPKL/SET/WAS.8/11/2021 Tentang Penetapan Kandidat Emas Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Tahun 2020-2021.

MOTIVASI: Wabup KH Mujib Imron mengapresiasi langkah PT IP Grati POMU dalam mempersiapkan diri sebagai kandidat peraih proper emas tahun ini.

PROPER (Program Penilaian peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan lingkungan) merupakan program tahunan yang dilakukan KLHK untuk menilai peran perusahaan dalam menjaga lingkungan. Status proper di kementerian LHK RI ini ada beberapa tingkatan ; proper hitam, merah, biru, hijau dan yang paling tinggi adalah proper emas.

Proper emas diberikan kepada perusahaan yang telah secara konsisten menunjukan keunggulan lingkungan dalam proses produksi dan jasa, serta melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Terpilihnya PT Indonesia Power Grati POMU sebagai kandidat satu-satunya perusahaan di Pasuruan dalam meraih proper emas ini melalaui proses panjang. Sebelumnya, perusahaan pembangkit listrik ini sudah 10 kali mendapatkan proper hijau (beyond compliance).

Salah satu upaya yang dipersiapkan PT IP Grati POMU adalah pengelolaan sampah terpadu di desa Ranuklindungan. Desa yang berdekatan dengan Ranu Grati ini memiliki masyarakat dengan kesadaran yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan. Utamanya dalam pengelolaan sampah hingga menjadi kompos dan memiliki nilai ekonomis.

“Perlu saya laporkan kepada bapak Wakil Bupati, bahwa awalnya masyarakat sendiri yang bergerak dalam upaya mengelola sampah. Kami dari perusahaan kemudian mensupport, memberikan pendampingan, pendanaan hingga masyarakat mampu menncari terobosan untuk mengelola sampah terpadu menjadi lebih baik,” tegas Buyung di hadapan Wabup KH Mujib Imron.

“Saya sangat mendukung PT IP Grati POMU dalam pengelolan sampah desa Ranuklindungan. Semoga proper emas dapat diraih untuk Pasuruan Maslahat,” tegas Wabup KH Mujib Imron usai sambutan.

POTENSI GRATI: Buyung juga menunjukkan kepada Wabup tentang hasil-hasil produksi UMKM Grati.

Gus Mujib, panggilan akrabnya mendorong agar pemberdayaan masyarakat (empowering) menjadi kewajiban bersama. Tidak hanya kewajiban pemerintah, melainkan juga dunia usaha atau perusahaan. “Ibu-ibu semangat terus, ya,” ujar Gus Mujib memberi motivasi.

Usai pertemuan di Balai Desa Ranuklindungan itu, manajemen PT IP Grati POMU mengajak undangan untuk melihat rumah kompos Power Green desa setempat. Jarak dengan balai desa sekitar 200 meter.

Usai tiba di lokasi rumah kompos, rombongan undangan melihat dari dekat kondisi rumah kompos. Mulai dari tempat pemilahan sampah, mesin penggilingan dan pengayaan, hingga melihat cara pengemasan saat menjadi kompos.

Dilakukan dialog dengan beberapa pengurus rumah kompos. “Bagaimana bapak-bapak, lancar semua ya?” tanya Buyung. Pertanyaan itu kemudian dijawab ketua pengurus rumah kompos, Joyo Purnomo.

“Alhamdulillah, lancar pak. Dapat kami sampaikan ini mesin penggiling dan alat ayakan kita modifikasi sendiri. Lebih murah dan efektif,” ujar Joyo.

Dalam dialog tersebut, Joyo berharap ada upaya pemasaran kompos yang lebih luas lagi. Sehingga, nantinya akan mendapatkan perputaran keuangan yang lebih lancar.

“Sudah kami bantu up juga ke market place. Ya, mudah-mudahan makin banyak peminat komposnya,” ujar Akhmad Khayubi, pengelola CSR PT IP Grati POMU saat mendampingi pengurus rumah kompos. (day/*)