Warga Gempol Swadaya Perbaiki Saluran Air Jalur Nasional, Janji Bantuan Alat Berat Pemkab Tak Kunjung Datang

99

Gempol (WartaBromo.com) – Warga Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kecewa terhadap Dinas Sumber Daya Air (SDA), Cipta Karya, dan Tata Ruang. Pasalnya, alat berat yang dijanjikan untuk membantu perbaikan saluran air di Dusun Legupit, jalur nasional Malang–Surabaya, tak kunjung datang.

Menurut keterangan warga, sebelumnya Dinas SDA berjanji akan mengirimkan alat berat berupa satu unit ekskavator dan satu truk guna membantu gotong royong warga memperbaiki dan menormalisasi saluran air. Janji itu disampaikan usai tinjauan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, beberapa waktu lalu.

Namun hingga hari keempat, sejak Sabtu (8/11/2025), warga belum menerima bantuan tersebut.

“Sudah empat hari kami memulai perbaikan, tapi tidak ada satu alat pun yang dikirim Dinas SDA untuk membantu kami,” ujar Zaki Ahmad, Kepala Dusun Legupit, saat ditemui di lokasi, Selasa (11/11/2025).

Di lapangan, warga terlihat bergotong royong memperbaiki dan menormalisasi gorong-gorong di sepanjang jalur nasional. Pengerjaan dilakukan secara swadaya masyarakat, mulai dari penggalian hingga pembuangan material.

Langkah ini dilakukan karena jalan tersebut selalu tergenang banjir setiap musim hujan. Saluran air yang sudah lama tidak dinormalisasi dipenuhi pasir dan sampah, menyebabkan air meluap ke jalan. Akibatnya, arus lalu lintas kerap macet, bahkan genangan air meluas hingga menutup jalan Dusun Legupit, akses alternatif menuju Desa Bulusari, Wonosunyo, Carat, serta sebagian perumahan warga.

“Kondisinya parah. Meski di sini tidak hujan, kalau di hulu hujan, tetap banjir,” tambah Zaki.

Zaki juga menyebut, sebelumnya pemerintah pernah melakukan normalisasi, tetapi tanpa alat berat sehingga hasilnya tidak maksimal.

“Dinas sudah pernah turun, tapi pakai tenaga manual. Hasilnya gak ngatasi,” tegasnya.

Ia menuturkan, pihaknya sudah beberapa kali melaporkan kondisi tersebut ke pemerintah, termasuk lewat musrenbang dan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

“Kami berharap pemerintah bisa rutin melakukan normalisasi tiap tahun. Sekarang warga bergerak sendiri, tapi ke depan jangan dibiarkan seperti ini terus,” harapnya.

Sementara itu, terkait janji Dinas SDA mengirim ekskavator dan truk bantuan, hingga berita ini diterbitkan belum ada klarifikasi resmi dari pihak dinas.

Sebelumnya, pada Selasa (4/11/2025), Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat bersama perwakilan Dinas SDA dan instansi terkait telah meninjau lokasi. Dalam kesempatan itu, Samsul menyebut perbaikan belum bisa dilakukan menggunakan anggaran tahun ini, sehingga warga mengambil inisiatif gotong royong secara swadaya. (fir/red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.