Bukan Sekadar Busana, Ini Arti Kebaya di Balik Peringatan Hari Kartini 2026

11

Pasuruan (WartaBromo.com) – Setiap tanggal 21 April suasana di sekolah, perkantoran, hingga ruang publik di berbagai wilayah Indonesia berubah drastis. Nuansa tradisional terasa kental saat perempuan dari berbagai usia mengenakan kebaya untuk memperingati Hari Kartini 2026.

Mulai dari siswi sekolah dasar hingga pekerja kantoran, kebaya menjadi pilihan busana utama. Tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia.

Kebaya bukanlah busana yang hadir secara instan. Sejumlah sejarawan meyakini kebaya sudah dikenal sejak masa kejayaan Kerajaan Majapahit dan terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Istilah “kebaya” sendiri dipercaya berasal dari kata Arab “abaya” yang berarti pakaian. Kata ini masuk ke Nusantara melalui jalur perdagangan, lalu beradaptasi dalam bahasa Melayu dan Jawa hingga menjadi “kebaya”.

Perjalanan kebaya juga tidak lepas dari proses akulturasi budaya. Busana ini merupakan hasil perpaduan berbagai pengaruh, mulai dari budaya Jawa, Sunda, Bali, hingga sentuhan Arab dan Portugis pada masa kolonial.

Kedekatan Raden Ajeng Kartini dengan kebaya terlihat jelas dalam berbagai dokumentasi visual yang masih tersimpan hingga kini. Dalam setiap potret, Kartini hampir selalu tampil mengenakan kebaya.

Pilihan tersebut bukan hanya soal gaya berpakaian. Kartini menjadikan kebaya sebagai simbol pernyataan budaya. Ia menunjukkan bahwa perempuan Indonesia bisa tampil terhormat, cerdas, dan berwibawa tanpa harus meniru gaya Barat.

Kebaya juga menjadi medium untuk menyampaikan nilai-nilai perjuangan Kartini. Gagasan tersebut banyak tertuang dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Melalui pemikirannya, Kartini menanamkan nilai keberanian, martabat, dan cinta Tanah Air. Kebaya pun menjadi representasi visual dari semangat tersebut.

Dari sinilah muncul istilah kebaya Kartini. Modelnya dikenal sederhana dengan potongan panjang lurus, minim detail, dan biasanya dipadukan dengan kain batik atau sarung. Hingga kini, kebaya tetap menjadi bagian penting dalam peringatan Hari Kartini. (jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.