Kasan Sholeh: Eks Bek Persekabpas yang Kini Sukses Beternak Sapi, Ayam, dan Merpati Balap

7

Laporan : Akhmad Romadoni

Di Dusun Kraton, Desa Kraton, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, aktivitas Kasan Sholeh dimulai seperti kebanyakan warga lainnya. Pagi hari ia berangkat kerja sebagai pegawai negeri di kantor pajak Kabupaten Pasuruan.

Sore harinya, rutinitasnya bergeser. Ia langsung menuju kandang, mengecek sapi, memberi pakan ayam, lalu melihat merpati yang menjadi hobi sekaligus sumber penghasilannya.

Nama Kasan Sholeh cukup dikenal di kalangan pecinta sepak bola Pasuruan. Ia merupakan mantan pemain andalan Persekabpas Pasuruan, terutama pada masa kejayaan klub berjuluk Laskar Sakera di era 1995 hingga 2005. Saat itu, Kasan yang akrab disapa Kasano dikenal sebagai bek yang tangguh dan sulit dilewati.

Gaya bermainnya lugas. Tidak banyak gaya, tapi efektif menghentikan serangan lawan. Ia mengandalkan kekuatan fisik, keberanian, dan kedisiplinan. Posisi bek yang ia tempati membuatnya terbiasa bermain keras, namun tetap dalam koridor permainan.

Karier sepak bolanya berakhir pada 2015. Klub terakhir yang ia bela adalah Persema Malang. Setelah itu, ia tidak memilih jalur umum seperti menjadi pelatih atau tetap berada di dunia sepak bola. Ia justru fokus pada pekerjaannya sebagai aparatur sipil negara.

“Sepak bola itu bagian hidup saya, tapi tidak harus terus di situ. Setelah pensiun, saya ingin punya aktivitas lain yang juga jelas arahnya,” kata Kasan.

Di luar pekerjaannya, Kasan punya aktivitas lain yang sudah ia jalani cukup lama, yaitu beternak. Ia mulai memelihara sapi sejak awal tahun 2000-an. Saat itu jumlahnya masih sedikit, hanya beberapa ekor. Seiring waktu, jumlah ternaknya terus bertambah.

Kini, sapi yang ia pelihara mencapai lebih dari 20 ekor. Semua ditempatkan di kandang yang berada tidak jauh dari rumahnya. Perawatan dilakukan secara rutin, mulai dari pemberian pakan hingga menjaga kebersihan kandang.

Bagi Kasan, sapi adalah investasi jangka menengah hingga panjang. Harga jual sapi potong berkisar antara Rp20 juta hingga Rp25 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi. Ia memahami betul bagaimana menjaga kualitas ternaknya agar tetap bernilai jual tinggi.

“Kalau sapi itu butuh kesabaran. Tidak bisa cepat. Tapi kalau dirawat dengan benar, hasilnya juga pasti bagus,” ujarnya.

Selain sapi, Kasan juga mengembangkan usaha ayam potong. Usaha ini mulai ia jalankan sekitar tujuh tahun terakhir. Jumlah ayam yang dipelihara mencapai ratusan ekor.

Berbeda dengan sapi, ayam potong memberikan hasil lebih cepat. Perputaran usahanya juga lebih rutin karena setiap hari ada pemasukan. Hal ini menjadi salah satu sumber pendapatan yang stabil bagi Kasan.

“Kalau ayam itu harian. Jadi bisa untuk nutupi kebutuhan rutin juga,” kata dia.

Meski memiliki dua jenis ternak tersebut, perhatian Kasan paling besar justru pada merpati balap. Ia mulai menekuni merpati pos sekitar sembilan tahun lalu. Awalnya hanya hobi, namun lama-kelamaan berkembang menjadi usaha yang cukup serius.

Saat ini, jumlah merpati balap yang ia miliki sekitar 100 ekor. Merpati-merpati ini dirawat dengan pola khusus. Ada jadwal latihan, pemberian pakan, hingga pemilihan indukan untuk menjaga kualitas.

Setiap hari, biasanya pagi atau sore, Kasan melepas merpati-merpatinya untuk terbang. Burung-burung tersebut akan kembali ke kandang setelah beberapa waktu. Dari situ, ia bisa melihat kemampuan terbang dan daya ingat masing-masing merpati.

“Merpati itu unik. Dia punya insting pulang. Kita tinggal melatih dan menjaga kondisinya,” jelasnya.

Merpati balap milik Kasan tidak hanya dipelihara, tetapi juga diperjualbelikan. Pasarnya tidak hanya di dalam daerah, tetapi sudah sampai luar provinsi. Harga merpati bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Untuk merpati dengan kualitas bagus, harganya bisa mencapai Rp25 juta per ekor. Nilai tersebut dipengaruhi oleh kecepatan terbang, ketepatan kembali ke kandang, serta faktor keturunan.

“Kalau sudah kualitas bagus, pembeli biasanya datang sendiri. Bahkan ada yang dari luar provinsi,” ungkap Kasan.

Kasan mengaku, merpati balap membutuhkan ketelatenan. Tidak cukup hanya memberi makan, tetapi juga harus dilatih secara rutin. Selain itu, kondisi kesehatan juga harus dijaga agar performanya tetap stabil.

Meski terlihat padat, Kasan mampu membagi waktunya dengan baik. Pekerjaan sebagai pegawai negeri tetap menjadi prioritas utama di pagi hingga sore hari. Sementara aktivitas beternak dilakukan setelah pulang kerja.

Rutinitas ini sudah ia jalani bertahun-tahun. Ia tidak merasa terbebani, justru menikmati setiap prosesnya. Beternak menjadi cara untuk mengisi waktu sekaligus menghasilkan tambahan ekonomi.

“Kalau pulang kerja langsung ke kandang itu sudah biasa. Malah kalau tidak ke sana, rasanya ada yang kurang,” katanya sambil tersenyum.

Lingkungan tempat tinggalnya juga mendukung. Lahan yang cukup luas membuatnya leluasa mengembangkan usaha ternak. Selain itu, ia juga dibantu beberapa pekerja untuk mengurus hewan-hewan tersebut.

Meski begitu, Kasan tetap turun langsung. Ia tidak hanya mengawasi, tetapi juga terlibat dalam perawatan sehari-hari. Mulai dari memberi makan hingga memastikan kondisi hewan tetap sehat.

“Namanya usaha, ya harus ikut turun. Tidak bisa dilepas begitu saja,” tegasnya.

Di luar aktivitas tersebut, Kasan dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Ia mudah bergaul dan tidak membatasi diri dengan lingkungan sekitar. Banyak teman yang masih menjalin komunikasi dengannya, baik dari kalangan sepak bola maupun masyarakat umum.

Ia juga tidak pernah meninggalkan identitasnya sebagai mantan pemain sepak bola. Sesekali, ia masih mengikuti perkembangan dunia sepak bola, khususnya di Pasuruan. Namun, ia tidak memiliki keinginan untuk kembali ke dunia tersebut secara profesional.

“Sekarang lebih fokus ke pekerjaan dan usaha. Sepak bola cukup jadi kenangan saja,” ucapnya.

Baginya, apa yang dijalani saat ini sudah cukup. Ia memiliki pekerjaan tetap, usaha yang berjalan, serta aktivitas yang ia sukai. Semua itu bisa berjalan beriringan tanpa harus saling mengganggu.

Perjalanan Kasan menunjukkan perubahan arah hidup yang cukup jelas. Dari lapangan sepak bola ke dunia peternakan, dari sorak penonton ke rutinitas kandang. Namun, ia menjalaninya dengan cara yang sama: disiplin dan konsisten.

Apa yang ia lakukan juga memperlihatkan bahwa peluang bisa datang dari mana saja. Hobi yang ditekuni dengan serius bisa berkembang menjadi usaha yang menghasilkan.

“Awalnya memang hobi, tapi kalau dijalani serius, bisa jadi tambahan penghasilan,” katanya.

Di Dusun Kraton, aktivitas Kasan kini menjadi bagian dari keseharian warga. Suara merpati yang terbang, ayam di kandang, serta sapi yang dipelihara menjadi pemandangan biasa.

Tidak ada yang berlebihan dari kesehariannya. Semuanya berjalan seperti rutinitas pada umumnya. Namun di balik itu, ada perjalanan panjang yang telah ia lewati, mulai dari dunia sepak bola hingga membangun usaha ternak.

Kasan Sholeh mungkin tidak lagi berdiri di tengah lapangan sebagai pemain bertahan. Tapi dalam kesehariannya sekarang, ia tetap menjalankan peran lain yang tak kalah penting—mengelola pekerjaan, menjaga usaha, dan menjalani hidup dengan ritme yang sudah ia pilih sendiri.

Dengan lebih dari 20 sapi, ratusan ayam potong, serta sekitar 100 merpati balap, Kasan tidak hanya menjalankan hobi, tetapi juga membangun sistem usaha yang berjalan. Semua dilakukan secara bertahap, tidak instan.

Kombinasi antara pekerjaan tetap dan usaha mandiri ini menjadi kekuatan tersendiri. Ia tidak bergantung pada satu sumber penghasilan. Di sisi lain, ia juga tetap memiliki waktu untuk menjalani aktivitas yang ia sukai.

“Yang penting bisa bagi waktu. Kerja jalan, usaha juga jalan,” ujarnya singkat.

Cerita Kasan bukan tentang perubahan yang dramatis, tetapi tentang konsistensi. Tentang bagaimana seseorang tetap produktif setelah masa kariernya berakhir di satu bidang.

Di usianya yang kini 43 tahun, Kasan masih aktif menjalani berbagai aktivitas tersebut. Tidak ada tanda ia akan berhenti dalam waktu dekat. Justru, usaha ternaknya masih terus berjalan dan berkembang.

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.