Prigen (WartaBromo.com) – Upaya pelestarian satwa langka di kembali membuahkan hasil membanggakan. Tiga ekor anak harimau benggala () lahir sehat pada awal Maret 2026, memperkuat posisi lembaga ini sebagai salah satu pusat konservasi satwa kelas dunia di Indonesia.
Proses kelahiran berlangsung dalam dua tahap. Pada Sabtu (1/3/2026), lahir dua anak harimau betina dengan corak oranye normal. Kejutan kemudian datang pada Senin (3/3/2026), saat pasangan harimau Anja dan Rinjani melahirkan anak ketiga dengan warna putih yang tergolong langka.
Kemunculan varian putih tersebut menjadi indikator penting bahwa variasi genetik dalam populasi harimau benggala di bawah pengelolaan TSI Prigen tetap terjaga dengan baik.
Komisaris Taman Safari Indonesia, , secara resmi memberikan nama kepada ketiga anak harimau tersebut: Rajani, Sri, dan Kandi.
“Kado kita tahun ini adalah tiga anak harimau benggala hasil perkawinan silang antara benggala biasa dengan benggala putih. Setelah beberapa keturunan, akhirnya kita menghasilkan yang putih dan yang oranye,” ujarnya saat ditemui di area kandang harimau, Senin (4/5/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan ini memiliki arti penting dalam konteks global. Mengingat harimau benggala merupakan satwa yang terancam punah di habitat aslinya di India, keberhasilan penangkaran di Indonesia menjadi kontribusi nyata bagi komunitas kebun binatang dunia.
“Secara genetik kita pertahankan sebaik mungkin. Kita juga rutin melakukan pertukaran satwa dengan Taman Safari Bogor maupun Bali untuk menjaga kualitas genetik mereka,” tambahnya.
Saat ini, ketiga anak harimau tersebut masih dalam pengawasan ketat tim medis. Dokter hewan TSI Prigen, , menjelaskan bahwa fokus utama adalah memastikan kebutuhan nutrisi induk terpenuhi agar proses menyusui berjalan optimal.
“Kami memberikan suplemen dan pakan istimewa bagi induk. Hal ini krusial agar kebutuhan menyusu anak tercukupi sehingga kesehatan mereka lebih terjamin,” jelasnya.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi bagi TSI Prigen, tetapi juga menjadi kebanggaan Indonesia dalam upaya melestarikan satwa langka dunia agar tetap berkembang biak dan terhindar dari kepunahan. (fir)




















