Bromo Pasca Kasada: Menjaga Kesucian Ritual, Menjaga Kelestarian Alam

11

Sukapura (WartaBromo.com) – Ritual Yadnya Kasada 1948 Saka atau 2026 Masehi telah selesai dilaksanakan. Ribuan warga Suku Tengger dan wisatawan kembali pulang membawa pengalaman spiritual dan keindahan Gunung Bromo. Namun, di balik sakralnya ritual, kawasan Gunung Bromo menyisakan persoalan klasik: tumpukan sampah.

Sehari setelah ritual adat masyarakat Tengger itu berakhir, petugas gabungan menggelar aksi bersih-bersih sampah yang tertinggal di kawasan konservasi tersebut.

Aksi bersih-bersih itu melibatkan personel Polres Probolinggo, TNI, petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), komunitas pecinta alam, pelaku jasa wisata, serta masyarakat setempat.

Pembersihan dimulai dari kawasan Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Tim gabungan kemudian menyisir lautan pasir dan sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas wisatawan selama rangkaian Kasada berlangsung.

Di sejumlah lokasi, petugas masih menemukan plastik bekas makanan dan minuman yang berserakan. Selain itu, sisa perapian yang ditinggalkan pengunjung juga menjadi sasaran pembersihan karena berpotensi merusak lanskap kawasan wisata sekaligus mengganggu ekosistem kaldera Bromo.

Lebih dari empat ton sampah berhasil dikumpulkan dari area lautan pasir, jalur wisata, hingga sekitar Pura Luhur Poten dalam kegiatan bakti bersih yang berlangsung sekitar empat jam pada Selasa (2/6/2026).

Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan dua truk dan tiga kendaraan pikap menuju lokasi penampungan.

Aktivis lingkungan dari Forum Sahabat Gunung (FSG), Henry Kurniawan, mengatakan persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang berulang setiap kali Bromo menjadi pusat kegiatan wisata maupun ritual budaya berskala besar.

Ia mengatakan persoalan utama yang perlu dibenahi bukan sekadar volume sampah yang ditinggalkan pengunjung, melainkan kesadaran untuk menjaga kawasan konservasi.

“Yang paling penting bukan berapa ton sampah yang berhasil kami kumpulkan, tetapi bagaimana ke depan semakin sedikit sampah yang harus dipungut. Itu artinya kesadaran pengunjung mulai tumbuh,” kata Henry.

Menurutnya, Gunung Bromo merupakan kawasan yang memiliki nilai ekologis, budaya, dan ekonomi sekaligus. Karena itu, setiap pengunjung memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga kelestariannya.

“Bromo ini bukan hanya tempat wisata. Ini adalah kawasan konservasi dan ruang budaya masyarakat Tengger. Kalau datang menikmati keindahannya, maka sudah seharusnya kita juga ikut menjaganya,” ujarnya.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan kegiatan bakti bersih digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Menurut dia, tingginya jumlah pengunjung selama perayaan Kasada membuat potensi timbulan sampah meningkat signifikan. Karena itu, diperlukan kerja bersama lintas instansi untuk menjaga kawasan Bromo tetap bersih dan nyaman.

“Yadnya Kasada merupakan tradisi besar yang setiap tahun menarik ribuan orang datang ke Bromo. Setelah kegiatan selesai, kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan kawasan ini tetap bersih dan lestari,” ujar Latif.

Ia menegaskan bahwa Gunung Bromo bukan hanya destinasi wisata unggulan Jawa Timur, tetapi juga ruang sakral masyarakat Tengger yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Bromo adalah warisan alam sekaligus budaya. Menjaga kebersihannya bukan hanya tugas pemerintah atau petugas, tetapi tanggung jawab seluruh pengunjung,” katanya.

Balai Besar TNBTS bersama unsur terkait berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kesadaran wisatawan untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Sebab, lonjakan kunjungan wisata yang tidak diimbangi perilaku ramah lingkungan berpotensi mengancam kelestarian kawasan konservasi yang telah dikenal hingga mancanegara tersebut.

Meski tumpukan sampah berhasil dibersihkan dalam waktu singkat, peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga Bromo tidak hanya ditentukan oleh pengelola kawasan, melainkan juga oleh perilaku setiap orang yang datang menikmati keindahannya. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.