SPMB Online Kota Probolinggo Dikeluhkan, Pilihan Sekolah Berubah Saat Bukti Pendaftaran Dicetak

7

Mayangan (WartaBromo.com) – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara daring di Kota Probolinggo, menuai keluhan dari sejumlah orang tua calon siswa.

Mereka mengaku menemukan sejumlah kejanggalan saat mendaftarkan anak melalui sistem online.

Salah seorang wali murid, Cantika, warga Kelurahan Sumbertaman, mengaku sudah bersiap sejak pagi pada Selasa (30/6/2026) dengan menggunakan ponsel dan laptop agar dapat segera mengakses laman pendaftaran SPMB begitu dibuka.

Menurutnya, saat mencoba memilih SDN Sukabumi 2, sistem menampilkan informasi bahwa kuota telah penuh. Ia kemudian beralih memilih SDN Sukabumi 1 yang masih memiliki sisa daya tampung.

“Setelah saya klik SDN Sukabumi 1, muncul pilihan untuk mencetak surat keterangan. Saya sempat lega, tetapi ketika surat itu dicetak justru nama sekolah yang muncul berbeda. Yang tercetak bukan SDN Sukabumi 1, melainkan sekolah lain,” ujarnya saat ditemui di halaman Dinas Pendidikan Kota Probolinggo.

Keluhan serupa disampaikan Muhammad Soleh, warga Curah Grinting. Ia mengaku memilih SDN Sukabumi 1 saat melakukan pendaftaran, namun bukti yang dicetak justru menunjukkan SDN Sukabumi 7 sebagai sekolah tujuan.

Tak hanya itu, Soleh juga menemukan kesalahan pada tanggal pendaftaran yang tertera di dokumen tersebut. Seharusnya pendaftaran tercatat pada 30 Juni 2026, tetapi yang muncul justru 26 Juni 2026.

“Padahal kami sudah menyiapkan beberapa telepon seluler dan memasang pengingat agar tidak terlambat saat pendaftaran dibuka. Ternyata hasil cetaknya malah berbeda dari pilihan kami,” keluhnya.

Menurut Soleh, permasalahan itu juga dialami sejumlah wali murid lainnya. Mereka kemudian mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Probolinggo untuk meminta penjelasan.

Ia mengaku sempat menunggu cukup lama karena belum ada petugas yang melayani. Setelah beberapa orang tua menyampaikan protes, barulah petugas keluar menemui mereka. Namun, jawaban yang diberikan dinilai belum memberikan kepastian.

“Petugas hanya mengatakan nanti akan menghubungi kami kembali,” kata Soleh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti, mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terhadap dugaan gangguan tersebut.

Menurutnya, berdasarkan sistem basis data yang digunakan, seharusnya kesalahan seperti itu tidak terjadi.

Karena itu, tim teknis masih melakukan analisis untuk mengetahui penyebab munculnya perbedaan data pada bukti pendaftaran.

Kendala ini memicu kekecewaan para wali murid. Mereka berharap pemerintah segera memperbaiki sistem SPMB daring agar proses penerimaan peserta didik berjalan transparan, akurat, dan tidak merugikan masyarakat. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.