Alasan Efisiensi, Pemkab Pasuruan Berencana Sewa Mobil Listrik untuk Pejabat Eselon II Senilai Rp16 juta Per Bulan

19

Bangil (WartaBromo) – Dengan dalih untuk menghemat anggaran, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berencana akan mengambil sewa mobil listrik yang akan diperuntukkan untuk mengganti mobil konvensional milik para pejabat eselon II. Anggaran sewa mobil tersebut setiap bulannya ditaksir sekitar Rp16 juta rupiah.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pasuruan, mengatakan bahwa sumber anggaran yang akan digunakan untuk sewa mobil itu bukanlah angka baru, melainkan hasil efisiensi di belanja pemeliharaan SKPD.

“Unitnya itu semua Eselon II. Jadi kita masih menghitung kemampuan keuangan. Jadi sesuai arahan pimpinan dan sesuai peraturan perundang-undangan, kita itu mau mengefisiensi di belanja pemeliharaan SKPD. Hasil efisiensi kita alihkan untuk sewa kendaraan,” ujarnya kepada awak media.

Dalam perencanaan tersebut, Pemkab mematok harga sewa satu unit mobil dalam satu bulan diharga Rp16 juta. Namun menurut Yuswiyanto itu bukan harga final, itu hanya estimasi anggaran tertinggi yang dipasang dalam perencanaan dan masih perlu pembahasan mendalam bersama dengan DPRD.

“Kurang lebih itu 16 juta, tapi itu bukan harga final,” jelasnya.

Rencana peralihan mobil dinas dari mobil konvensional ke mobil listrik itu merupakan tindak lanjut dari Intruksi Presiden. Hal tersebut dikarenakan pemeliharaan dan biaya operasional BBM mobil konvensional diniliai sangat mahal dan membebani APBD.

“Jadi sekarang BBM kayak Dex itu larang. Jadi harapane dengan adanya efisiensi, terus sesuai Inpres iku kan pemerintah diminta untuk beralih ke mobil listrik. Nah, infrastruktur juga kita kecukupi dengan charger,”

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori mengatakan, bahwa rencana sewa mobil listrik untuk mengganti mobil dinas eselon II itu sudah sangat tepat dengan kondisi keuangan yang mengharuskan pemerintah daerah melakukan efisiensi terhadap sejumlah anggaran pengeluaran.

“Karena memang terjadi efisiensi, Pemkab harus mengefisiensi dirinya sendiri, mengefektifkan kinerja. Setelah kita hitung-hitung ternyata kok ngiritan listrik,” kata Shobih.

Sementara mobil dinas konvensional milik para pejabat eselon II itu nantinya akan dialokasikan untuk kepentingan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Mobil dinas (konvensional eselon II) akan diperuntukkan sesuai aturan,” tandasnya. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.