Pasar Murah di Pasuruan Mampukah Kendalikan Inflasi dan Jaga Ketahanan Pangan?

10

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/7/2026).

Pasar murah tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam kegiatan itu, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar, seperti beras, telur, bawang merah, tepung terigu, minyak goreng, hingga sejumlah komoditas pangan lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Iwan, mengatakan pasar murah di Prigen merupakan penyelenggaraan ke-81 yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Program tersebut akan terus digelar secara berkelanjutan sesuai arahan Gubernur Jawa Timur sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi.

“Pasar murah ini merupakan yang ke-81 dan akan terus bergerak sesuai arahan Ibu Gubernur. Salah satu tujuannya adalah menjaga stabilisasi harga yang kami sesuaikan dengan perkembangan inflasi setiap bulan,” ujarnya.

Menurut Iwan, pelaksanaan pasar murah di tingkat desa merupakan langkah untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Selama ini kegiatan serupa umumnya dipusatkan di alun-alun atau kawasan perkotaan.

“Dalam rangka mendekatkan kebutuhan bahan pokok kepada masyarakat, yang biasanya penyelenggaraan pasar murah dilakukan di alun-alun, sekarang kami laksanakan hingga tingkat desa,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan pasar murah melibatkan pelaku UMKM dan berkolaborasi dengan Perum Bulog guna menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

“Kami berkolaborasi dengan UMKM, selain itu juga bekerja sama dengan Bulog untuk menjaga daya beli masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Iwan menegaskan pasar murah menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah tekanan inflasi. Menurutnya, program tersebut sejauh ini cukup efektif membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Sementara itu, Sri, salah seorang warga Desa Bulukandang yang memanfaatkan pasar murah, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

“Alhamdulillah senang. Harganya lebih murah dari harga pasar, selisihnya sekitar Rp5.000 sampai Rp6.000. Lumayan untuk menghemat pengeluaran,” tuturnya.

Melalui pelaksanaan pasar murah secara rutin, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga, daya beli masyarakat meningkat, serta laju inflasi di daerah dapat terus dikendalikan. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.