Kraksaan (WartaBromo.com) – Misteri penemuan jasad perempuan di dalam sumur irigasi kawasan persawahan Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mulai menemukan titik terang.
Kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan, tim gabungan Satreskrim Polres Probolinggo dan Polsek Kraksaan berhasil menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
Kedua terduga pelaku berinisial RF dan HD, warga Desa Alas Kandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo. Mereka diamankan di wilayah Besuk pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB tanpa perlawanan, kemudian langsung dibawa ke Mapolres Probolinggo untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Penangkapan itu dibenarkan Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur mewakili Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudi Latif.
“Benar, tim gabungan Resmob Polres Probolinggo dan Polsek Kraksaan telah mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam perkara ini. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Masykur, Sabtu (4/7/2026).
Di lingkungan tempat tinggal terduga pelaku, penangkapan tersebut menjadi perhatian warga. Salah seorang tetangga yang enggan disebutkan identitas lengkapnya mengaku rumah kedua terduga pelaku didatangi petugas pada malam hari.
“Tadi malam rumah mereka ramai didatangi polisi. Salah satunya masih usia remaja dan masih sekolah,” ujar warga berinisial MM.
Selain mengamankan kedua terduga pelaku, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepeda motor Honda Beat yang diketahui merupakan milik korban.
Korban diketahui bernama Siti Munawaroh (24), warga Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Identitas tersebut dipastikan setelah tim kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan dan proses identifikasi forensik terhadap jasad yang ditemukan di dasar sumur irigasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, penyidik menemukan indikasi korban meninggal akibat tindak kekerasan. Polisi juga mendapati adanya dugaan ikatan pada bagian leher korban. Selain itu, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya tindak kekerasan seksual sebelum korban meninggal dunia.
Meski demikian, polisi belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian karena masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik secara menyeluruh.
“Penyidikan masih terus berkembang. Kami juga mendalami motif serta seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia,” ujar Masykur.
Kasus ini bermula dari penemuan jasad korban di sebuah sumur irigasi di Blok Alas Kottah, Dusun Wakaf, Desa Alassumur Kulon, Jumat pagi.
Seorang pekerja kebun bernama Sapi’i menemukan jasad tersebut saat hendak menghidupkan pompa untuk mengairi sawah. Karena aliran air tersendat, ia memeriksa ke dalam sumur dan melihat bagian tubuh manusia tertutup tumpukan sampah.
Laporan warga segera ditindaklanjuti aparat kepolisian. Tim gabungan memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengevakuasi jasad korban yang berada di dasar sumur.
Hingga kini, penyidik masih melengkapi alat bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta mengungkap motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi selama proses penyidikan masih berlangsung. (aly/saw)





















