Kabar Baik! Program SHM Gratis Dibuka, 1 Juta Pemilik Rumah Masuk Target Pemerintah

31

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kabar baik bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah resmi meluncurkan program sertifikat tanah gratis dengan target penerbitan 1 juta Sertifikat Hak Milik (SHM) tanpa biaya sepanjang 2026.

Dilansir dari atrbpn.go.id, program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat legalitas kepemilikan tanah masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum atas rumah yang telah dimiliki.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan program tersebut memang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kolaborasi kita adalah sertifikasi gratis bagi MBR, masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Sementara itu, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menjelaskan program tersebut mengusung nama Sertifikasi Sektor Perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Pada tahap awal tahun 2026, pemerintah menargetkan penerbitan 1 juta SHM secara gratis.

Sementara secara nasional, kuota program ditargetkan mencapai 8 juta sertifikat hingga 2028.
Menurut Nusron, masih banyak rumah milik masyarakat yang belum memiliki sertifikat, termasuk rumah yang dibangun melalui program bantuan pemerintah.

Salah satu sasaran utama program ini adalah penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang hingga kini belum memiliki Sertifikat Hak Milik.

Berdasarkan hasil verifikasi Kementerian ATR/BPN, dari sekitar 1,4 juta rumah penerima BSPS selama periode 2015-2024, masih terdapat sekitar 1,1 juta rumah yang belum bersertifikat. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan kelompok tersebut agar segera memperoleh legalitas atas tanah dan rumah yang mereka tempati. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.