Musim Angin, Sebulan Terjadi 9 Kebakaran di Pasuruan

9

Pasuruan (WartaBromo.com) – Memasuki musim kemarau yang disertai angin kencang, BPBD Kota Pasuruan mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat membakar sampah. Sebab, embusan angin dapat membuat api cepat merembet dan memicu kebakaran lebih besar. Sepanjang Juli 2026 saja, BPBD mencatat sembilan kejadian kebakaran di wilayah Kota Pasuruan dan sekitarnya, sebagian di antaranya dipicu kelalaian saat menggunakan api terbuka.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, mengatakan angin bukan menjadi penyebab utama munculnya kebakaran. Namun, embusan angin membuat kobaran api yang semula kecil cepat membesar dan menjalar ke bangunan maupun lahan di sekitarnya.

“Di musim angin seperti sekarang memang banyak terjadi kebakaran. Angin bukan pemicu utama munculnya api, tetapi membuat api cepat merembet sehingga kebakaran menjadi lebih besar. Banyak juga kejadian yang berawal dari warga membakar sampah, kemudian ditinggalkan tanpa diawasi hingga api menyebar ke lahan atau bangunan di sekitarnya,” ujar Anang, Jumat (24/7/2026).

Menurut Anang, kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan masih menjadi salah satu penyebab kebakaran yang kerap ditemui petugas di lapangan. Saat cuaca kering dan angin bertiup kencang, bara api dapat dengan mudah terbawa ke material yang mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Kalau memang harus membakar sampah, jangan pernah ditinggal. Pastikan api benar-benar padam karena saat angin kencang, api kecil sekalipun bisa cepat membesar,” katanya.

Secara keseluruhan, BPBD Kota Pasuruan mencatat 35 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026, dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 miliar. Insiden dengan kerugian terbesar terjadi pada kebakaran Gudang Serbuk Kayu PT Capital Protech Synergy di Dusun Raos Baru, Desa Carat, Kecamatan Gempol, yang mengakibatkan kerugian sekitar Rp8 miliar. Selain itu, kebakaran Rumah Rias/Salon Citra di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul, juga menyebabkan kerugian sekitar Rp1,2 miliar.

Meski sebagian besar kejadian tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD mencatat dua orang mengalami luka ringan selama periode Januari hingga Juli 2026. Di sisi lain, waktu tanggap petugas tetap menjadi perhatian utama, dengan rata-rata armada pemadam tiba di lokasi dalam waktu 5 hingga 15 menit setelah laporan diterima.

BPBD berharap masyarakat lebih waspada selama musim kemarau dan angin kencang. Langkah sederhana seperti tidak membakar sampah sembarangan, mengawasi api hingga benar-benar padam, serta rutin memeriksa instalasi listrik dan tabung LPG dinilai dapat menekan risiko kebakaran. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.