Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 110 kejadian kebakaran tercatat di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan selama periode Januari hingga Juli 2026. Di Kabupaten Pasuruan, kebakaran didominasi lahan terbuka, sedangkan di Kota Pasuruan sebagian besar dipicu korsleting listrik.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah agar upaya pencegahan terus ditingkatkan, terutama selama musim kemarau.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Pasuruan, terdapat 75 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026. Sekitar 85 persen di antaranya merupakan kebakaran lahan yang ditumbuhi rumput, ilalang, maupun tanaman tebu.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pasuruan, Bambang, mengatakan sebagian besar kebakaran lahan dipicu kebiasaan masyarakat membersihkan lahan dengan cara membakar vegetasi kering tanpa pengawasan.
“Penyebabnya kebanyakan karena kurangnya pemahaman pembersihan lahan. Maksudnya, habis dibakar tapi kemudian dibiarkan begitu saja,” kata Bambang, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, hingga saat ini seluruh kebakaran lahan yang ditangani belum sampai merembet ke kawasan permukiman. Namun masyarakat tetap diimbau tidak membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan.
“Kalau terpaksa dibersihkan dengan cara dibakar, ya pastikan aman, ada orang menunggui sampai selesai. Bukan didiamkan kemudian ditinggal,” ujarnya.
Damkar Kabupaten Pasuruan juga meminta pemerintah desa dan kelurahan lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama pada musim kemarau.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mencatat 35 kejadian kebakaran selama Januari hingga Juli 2026 dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 miliar.
Tren kejadian mengalami peningkatan pada pertengahan tahun. Januari tercatat satu kejadian, Februari lima kejadian, Maret satu kejadian, April tiga kejadian, Mei sembilan kejadian, Juni tujuh kejadian, dan Juli kembali mencapai sembilan kejadian.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, mengatakan korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran. Selain itu, sejumlah kejadian dipicu kelalaian, seperti membakar sampah, penggunaan obat nyamuk bakar, lilin yang ditinggalkan menyala, hingga anak-anak bermain korek api.
“Masih banyak kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik. Selain itu juga karena kelalaian, seperti membakar sampah sembarangan, penggunaan obat nyamuk bakar, lilin yang ditinggalkan menyala, hingga anak-anak yang bermain korek api,” ujar Anang.
Kebakaran dengan kerugian terbesar terjadi di Gudang Serbuk Kayu PT Capital Protech Synergy di Desa Carat, Kecamatan Gempol, pada 11 Mei 2026 dengan estimasi kerugian sekitar Rp8 miliar, tim damkar Kota Pasuruan membantu pemadaman. Sementara kebakaran Rumah Rias/Salon Citra di Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bugul Kidul, pada 7 Mei 2026 mengakibatkan kerugian sekitar Rp1,2 miliar.
BPBD Kota Pasuruan juga mencatat dua korban luka ringan selama periode tersebut. Meski demikian, waktu respons petugas tetap berada pada kisaran lima hingga 15 menit setelah laporan diterima.
“Sebagian besar respons kami berada pada kisaran lima sampai lima belas menit, tergantung jarak dan kondisi lalu lintas menuju lokasi,” jelas Anang.
Ia mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan selang dan regulator LPG dalam kondisi baik, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta segera melapor apabila terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (don)



















