Kebakaran Hutan di Bromo Kian Meluas, Sekitar 80 Hektare Kawasan TNBTS Dilalap Api

14

Probolinggo (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Hingga Rabu (5/8/2026) malam, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 80 hektare.

Luasan tersebut merupakan hasil pemantauan terbaru dari Balai Besar TNBTS yang menjadi acuan tim gabungan dalam melakukan penanganan di lapangan. Api masih membakar sejumlah titik di kawasan savana dan lereng Gunung Bromo sehingga operasi pemadaman terus dilanjutkan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, mengatakan luas area yang terbakar terus bertambah seiring masih ditemukannya titik api aktif di beberapa lokasi.

“Hingga tadi malam sekitar pukul 19.00 WIB, luasan kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 80 hektare. Informasi itu kami peroleh dari hasil pemantauan Balai Besar TNBTS,” kata Oemar, Kamis (6/8/2026).

Menurut Oemar, tim gabungan masih berupaya mengendalikan kebakaran yang sebelumnya menjalar dari Blok Bantengan hingga kawasan Watu Gede dan Pusung Jontur. Medan pegunungan yang curam, vegetasi yang mengering selama musim kemarau, serta embusan angin kencang menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.

“Fokus kami saat ini bukan hanya memadamkan titik api yang masih aktif, tetapi juga mencegah agar api tidak merambat ke kawasan konservasi lain. Personel terus melakukan patroli, pendinginan, dan pembuatan sekat bakar di lokasi yang dinilai rawan,” ujarnya.

Operasi pemadaman melibatkan BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Provinsi Jawa Timur, Balai Besar TNBTS, Manggala Agni, Perhutani, TNI, Polri, Damkar, relawan, hingga masyarakat setempat. Di sejumlah titik yang sulit dijangkau kendaraan, petugas masih mengandalkan peralatan manual seperti fire beater dan backpack sprayer.

Kebakaran yang melanda kawasan TNBTS tidak hanya menghanguskan hamparan savana, tetapi juga vegetasi lain seperti cemara gunung, pakis, akasia, dan semak belukar yang menjadi bagian dari ekosistem pegunungan Bromo.

Sementara itu, Balai Besar TNBTS masih memberlakukan penutupan jalur wisata melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

Adapun akses melalui Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan Wonokitri di Kabupaten Pasuruan tetap dibuka secara terbatas. Wisatawan hanya diperbolehkan beraktivitas di kawasan Lautan Pasir, sedangkan Savana masih ditutup hingga kondisi dinyatakan aman.

Petugas gabungan akan terus melakukan pemantauan intensif mengingat cuaca kering dan angin pegunungan masih berpotensi mempercepat penyebaran api ke kawasan lain. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.