Api Mulai Mengancam Puncak B29, Kebakaran Hutan Bromo Meluas hingga 127 Hektare

10

Probolinggo (WartaBromo.com) – Kobaran api yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus bergerak mengikuti embusan angin. Setelah membakar hamparan savana di lereng Gunung Bromo, kini api mulai merambat ke arah Puncak B29 di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Hingga Kamis (6/8/2026) sore, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai 127 hektare. Perkembangan itu membuat tim gabungan memperluas operasi pemadaman.

Selain mengendalikan api di kawasan savana Bromo, petugas kini memprioritaskan pencegahan. Agar kobaran tidak terus menjalar menuju kawasan wisata B29 yang dikenal sebagai salah satu titik pandang terbaik di kawasan Tengger.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, mengatakan arah rambatan api berubah cukup cepat karena dipengaruhi angin pegunungan yang bertiup kencang.

“Pergerakan api sekarang sudah mengarah ke kawasan B29. Itu menjadi fokus penanganan kami agar tidak semakin meluas,” kata Oemar, Jumat (7/8/2026) pagi.

Menurut Oemar, kebakaran yang semula terpusat di Blok Bantengan kini telah meluas ke sejumlah kawasan lain, termasuk wilayah Jemplang di Kabupaten Malang serta perbukitan menuju B29. Luas area yang terbakar berdasarkan pemantauan terakhir mencapai sekitar 127 hektare.

Operasi pemadaman dilakukan dengan berbagai metode. Di medan yang sulit dijangkau kendaraan, petugas masih mengandalkan alat pemukul api (fire beater atau gebyok). Sementara itu, di area terbuka, BPBD Jawa Timur mengoperasikan drone penyemprot untuk membantu menjangkau titik api yang berada di lereng curam.

“Kami memadukan pemadaman manual menggunakan gebyok dengan dukungan drone dari BPBD Jawa Timur. Selain itu, ada mobil pemadam milik Balai Besar TNBTS dan truk tangki air yang terus menyuplai kebutuhan personel di lapangan,” ujar Oemar.

Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Balai Besar TNBTS, Manggala Agni, Perhutani, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan penyekatan api di sejumlah titik rawan. Langkah ini dilakukan untuk memperlambat rambatan api yang dipicu vegetasi kering selama musim kemarau.

Hingga Jumat pagi, sejumlah titik api masih terlihat aktif di kawasan lereng Gunung Bromo. Petugas belum dapat memastikan kapan operasi pemadaman akan berakhir karena kondisi cuaca dan arah angin masih berubah-ubah.

Meluasnya kebakaran hingga mendekati kawasan Puncak B29 menambah kekhawatiran terhadap dampak ekologis maupun sektor pariwisata. Selain dikenal sebagai destinasi favorit untuk menikmati panorama matahari terbit, kawasan tersebut juga merupakan bagian dari bentang alam konservasi yang memiliki vegetasi khas pegunungan.
(lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.