PKB Kabupaten Probolinggo Menata Struktur Baru, Regenerasi Jadi Fokus

16

Probolinggo (WartaBromo.com) — Pergantian kepengurusan di tubuh DPC PKB Kabupaten Probolinggo tidak berhenti pada penyusunan struktur organisasi. Pengurus baru periode 2026–2031 mulai diarahkan untuk membangun pola kerja yang menjangkau hingga tingkat kecamatan dan desa.

Langkah awal itu dilakukan melalui pendidikan instruktur dan orientasi politik di Kantor DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Senin (28/9/2026). Forum tersebut menjadi ruang bagi pengurus baru untuk menyamakan arah sekaligus menyiapkan agenda organisasi dalam beberapa tahun ke depan.

Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo Fahmi Abdul Haq Zaini mengatakan, kesamaan arah diperlukan agar pergantian struktur tidak hanya menghasilkan susunan nama baru, tetapi juga diikuti pola kerja yang lebih terkoordinasi.

“Yang kami bangun bukan sekadar struktur, tetapi kesamaan langkah dalam menjalankan organisasi,” ujarnya.

Menurut dia, orientasi politik merupakan bagian dari agenda kaderisasi dan konsolidasi yang dilakukan secara berkala. Untuk kepengurusan baru, kegiatan tersebut menjadi momentum awal sebelum organisasi bergerak lebih jauh.

Komposisi pengurus periode ini juga membawa wajah yang beragam. Sejumlah kader lama masih berada dalam struktur, sementara kader baru turut mendapat ruang, termasuk mereka yang berasal dari lingkungan pesantren dan kalangan muda.

Ia mengatakan, keberadaan kader muda perlu diikuti dengan kesempatan untuk terlibat dalam pekerjaan organisasi. Regenerasi, menurut dia, bukan sekadar pergantian orang dalam kepengurusan, melainkan proses menyiapkan kader agar mampu mengambil tanggung jawab.

“Regenerasi harus memberi ruang bagi kader untuk bekerja dan belajar memikul tanggung jawab,” kata Ra Fahmi, sapaan akrabnya.

Pola serupa mulai diterapkan pada struktur Pimpinan Anak Cabang (PAC). Sejumlah kepengurusan di tingkat kecamatan mengalami perubahan. Penataan tersebut diharapkan memperluas basis kader sekaligus menjaga keberlanjutan organisasi di tingkat bawah.

Kabupaten Probolinggo memiliki 24 kecamatan. Karena itu, konsolidasi organisasi tidak cukup dilakukan di kantor DPC. Pengurus harus memastikan keputusan dan program dapat diterjemahkan hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Struktur harus benar-benar bekerja, bukan hanya ada di atas kertas,” ujar Ra Fahmi.

Ia juga mengingatkan agar aktivitas politik partai tidak hanya muncul ketika tahapan pemilu dimulai. Keberadaan kader di tengah masyarakat, menurut dia, perlu diisi dengan penyerapan aspirasi dan pelayanan politik.

“Kader harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika pemilu tiba,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Probolinggo itu.

Di sisi lain, PKB Kabupaten Probolinggo membawa target perolehan 14 kursi DPRD pada pemilu mendatang. Target tersebut merupakan kesepakatan yang disebut dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Probolinggo.

Target itu kemudian ditempatkan sebagai bagian dari pekerjaan organisasi yang harus dipersiapkan sejak sekarang. Konsolidasi struktur, penguatan kader, pendataan, serta aktivitas di tengah masyarakat menjadi sejumlah pekerjaan yang perlu berjalan bersamaan.

“Target politik harus diikuti kerja organisasi yang terukur,” ujar Ra Fahmi.

Setelah pendidikan instruktur dan orientasi politik, DPC PKB Kabupaten Probolinggo akan melanjutkan agenda dengan pengukuhan kepengurusan periode 2026–2031. Tahap berikutnya adalah Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab).

Forum tersebut akan digunakan untuk menyusun program kerja dan menentukan langkah organisasi selama masa kepengurusan baru.

Dengan demikian, pergantian struktur tidak berhenti pada seremoni pengukuhan. PKB Kabupaten Probolinggo mulai menempatkan konsolidasi, kaderisasi, dan kerja di tingkat akar rumput sebagai bagian dari agenda kepengurusan lima tahun mendatang. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.