Warga Probolinggo Rugi Rp102 Juta Jadi Korban Sindikat Ganjal ATM

7

Surabaya (WartaBromo.com) — Seorang warga Probolinggo kehilangan uang hingga Rp102 juta setelah menjadi korban sindikat pembobol ATM yang dibongkar Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Korban menjadi sasaran komplotan yang menggunakan modus mengganjal lubang kartu ATM dengan tusuk gigi. Saat kartu korban tersangkut, pelaku berpura-pura membantu lalu menukarnya dengan kartu lain yang memiliki bentuk serupa.

Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKP M Fauzi mengatakan korban tidak menyadari kartu ATM miliknya telah ditukar.

“Korban dari Probolinggo mengalami kerugian sekitar Rp102 juta. Setelah kartu dikuasai pelaku, uang di rekening kemudian dikuras,” kata Fauzi di Mapolda Jatim, Jumat (2/10/2026).

Menurut Fauzi, pelaku juga mengintip PIN korban saat melakukan transaksi. Setelah mengetahui PIN, pelaku membawa kartu asli korban dan menggunakannya untuk mengambil uang.

Untuk saldo di bawah Rp10 juta, uang biasanya ditarik secara tunai. Sementara dana dalam jumlah lebih besar dipindahkan melalui transfer ke rekening yang telah disiapkan.

Aksi komplotan dimulai dengan memasukkan tusuk gigi ke lubang kartu ATM. Akibatnya, kartu nasabah sulit masuk atau tersangkut.

Pelaku kemudian datang seolah-olah hendak membantu. Saat kartu berada di tangan pelaku, kartu korban ditukar dengan kartu lain yang modelnya dibuat serupa.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan pelaku bahkan menyiapkan beberapa model kartu ATM untuk menyesuaikan kartu korban.

“Kartu pengganti disiapkan dengan model yang sama agar korban tidak langsung menyadari bahwa kartunya telah ditukar,” ujar Jumhur.

Polisi juga menemukan sejumlah kartu ATM yang digunakan pelaku berasal dari kartu nasabah lain yang sebelumnya tertinggal dan dititipkan kepada kasir minimarket.

Lima tersangka yang diamankan polisi yakni Dedi Darmawan (42), Agus Setiawan (35), Yusril Antoni (45), Mirwansyah (45), dan Andi Saputra (42).

Mereka ditangkap di sejumlah wilayah, mulai Tangerang, Cikampek, Nagreg, Garut, hingga Ciamis.

Jumhur mengatakan para tersangka diduga telah menjalankan aksi serupa sekitar 50 kali di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“Mereka berpencar setelah beraksi dan kembali berkomunikasi ketika akan melakukan aksi berikutnya,” ujar Jumhur.

Sasaran komplotan antara lain mesin ATM di rest area, minimarket, dan pujasera.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan pembobolan ATM di Malang pada 16 September 2026. Polisi kemudian berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan sejumlah kepolisian daerah.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita kartu ATM, tusuk gigi, gunting, telepon seluler, modem, pakaian yang digunakan saat beraksi, serta kendaraan.
Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam rangkaian aksi komplotan tersebut. (fat/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.