Dari Pasuruan hingga Pati, Ribuan Pecinta Sound Horeg Tumpah di TEC 2026 Tejowangi

16

Purwosari (WartaBromo.com) – Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, kembali berubah menjadi lautan manusia. Ribuan pecinta sound berkapasitas besar memadati desa tersebut dalam gelaran Tejowangi Ethnic Carnival (TEC) 2026.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Jumat (2/10/2026) malam untuk sesi cek sound, berlanjut pada karnaval utama Sabtu (3/10/2026), hingga aktivitas peserta dan penonton baru berakhir pada Minggu (4/10/2026) pagi.

Pantauan WartaBromo, antusiasme masyarakat terhadap gelaran yang sudah beberapa tahun terakhir digelar tersebut terbilang besar. Penonton tidak hanya datang dari wilayah Pasuruan dan Malang, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Mojokerto, Sidoarjo, Jombang dan sekitarnya.

Bahkan, sejumlah pecinta sound datang khusus dari luar Jawa Timur, di antaranya dari Pati dan Semarang, Jawa Tengah.

Mereka datang bukan sekadar untuk menyaksikan karnaval. Sebagian mengaku memiliki ketertarikan khusus terhadap sound tertentu dan rela menunggu kendaraan sound melintas hingga melewati garis penampilan.

Fenomena tersebut juga membuat sejumlah ruas jalan di Desa Tejowangi dipenuhi pejalan kaki. Penonton datang berkelompok, bahkan tidak sedikit yang membawa keluarga dan anak-anak.

Rumah-rumah warga pun ikut menjadi bagian dari geliat kegiatan. Sebagian dibuka sebagai tempat menginap maupun lokasi menonton. Sementara para pedagang dari luar desa maupun warga sekitar menyewa halaman rumah atau lahan milik warga untuk berjualan.

Tarif sewa tempat berdagang disebut berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu selama kegiatan berlangsung.

25 Sound Ikut Karnaval

TEC 2026 diikuti sekitar 25 peserta sound yang berasal dari sejumlah RT di lima dusun di Desa Tejowangi, yakni Kemirahan, Sumbertejo, Juri, Kebonduren dan Kebonwangen.

Sejumlah nama sound yang tampil di antaranya Noval Arjuna Audio, JM Putra Audio, STL Audio, Jazila Audio, JMP Audio, Sonic Musik, Kuda Perkasa Audio, Desmo, BRT Audio, Laba Laba Audio, Bagoes Family Audio, Shae Audio, NJM Audio, Riswanda One, RDA Audio, Rizky Jaya Reborn, Hasil Bumi Audio, New ABD, Singamas Audio, RJ Junior, Tian Pro Audio, Brewog Audio, H Pro, Xablenk Audio dan Linggar Jati.

Kendaraan sound berukuran besar dengan tatanan perangkat yang menjulang menjadi pemandangan tersendiri sepanjang jalur karnaval.

Kondisi jalur yang sebagian searah dan menurun membuat kendaraan harus melaju perlahan. Situasi tersebut justru membuat penonton memiliki waktu lebih lama untuk menikmati penampilan masing-masing sound.

Ketua Panitia TEC 2026, Kusnadi, mengatakan panitia sengaja memberlakukan karcis masuk desa sebagai salah satu cara mengendalikan jumlah massa yang datang.

Menurutnya, jumlah penonton yang hadir bahkan di luar perkiraan panitia.

“Tidak diprediksi sebanyak ini. Pada Jumat malam saja ribuan orang datang. Akhirnya kita juga harus batasi,” kata Kusnadi.

Besarnya kendaraan yang digunakan peserta juga menjadi pertimbangan panitia dalam pengaturan jalur. Apalagi sebagian kendaraan menggunakan dimensi besar yang dikenal oleh komunitas sound sebagai kelas Fuso.

Untuk mengantisipasi agar seluruh peserta tetap memiliki kesempatan tampil, panitia menyiapkan panggung utama di bagian tengah jalur.

Dengan begitu, peserta tidak sepenuhnya bergantung pada garis akhir karnaval. Kendaraan yang berjalan lambat tetap dapat menampilkan pertunjukan di sejumlah titik yang telah disiapkan.

Terhenti Kereta Melintas

Ada pula momen yang cukup menarik saat peserta terakhir, Linggar Jati, melintas.

Desa Tejowangi merupakan salah satu wilayah yang dilintasi jalur rel kereta api. Ketika rombongan Linggar Jati berada di jalur tersebut, perjalanan sempat terhenti cukup lama karena harus menunggu kereta api melintas.

Penonton yang berada di sekitar lokasi pun ikut menyaksikan momen tersebut sebelum rombongan kembali melanjutkan perjalanan.

Lamanya perjalanan kendaraan peserta menjadi salah satu tantangan tersendiri. Meski panitia telah menyiapkan panggung alternatif, tidak seluruh kendaraan dapat mencapai garis akhir dalam waktu singkat.

Hasil Urunan

Bagi warga Tejowangi, gelaran sound tersebut bukan sekadar tontonan. Sejumlah pemuda di masing-masing wilayah bahkan disebut patungan atau urunan untuk menghadirkan sound yang mereka sukai berkisar mulai Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

Tokoh pemuda sekaligus penggagas TEC 2026, Arifin, mengatakan persiapan menghadirkan sound tersebut dilakukan secara swadaya oleh para pemuda.

“Ya dadakan, tapi ini sangat luar biasa antusiasme warganya. Para pemuda yang mampu urunan. Semoga ini membuat semuanya lancar dan sukses,” ujar Arifin.

Antusiasme tersebut terlihat dari warga yang bertahan hingga malam dan dini hari. Sejumlah halaman rumah bahkan dipenuhi penonton yang memilih bertahan untuk menyaksikan peserta satu per satu.

Di tengah ramainya kegiatan, pengamanan dan pengaturan massa juga menjadi perhatian. Sejumlah titik dijaga agar arus orang tetap dapat bergerak. Aktivitas perdagangan dan kerumunan berlangsung berdampingan dengan warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bagi para penggemarnya, suara sound bukan sekadar kebisingan. Ada nama, karakter, komunitas dan fanatisme tersendiri pada setiap perangkat yang mereka tunggu melintas.

“Kita semua sudah dewasa, harus bisa menjaga diri, ” pesan Rudi Hartono, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan sekaligus pemilik Sound RDA.

Pria yang juga warga setempat ini mendukung penuh gelaran TEC 2026 di desanya.

Gelaran TEC 2026 sendiri berlangsung di tengah perbincangan mengenai penggunaan sound berkapasitas besar. Namun di Desa Tejowangi, kegiatan kali ini memperlihatkan sisi lain dari fenomena tersebut: sebuah hobi yang mampu mengumpulkan massa dari berbagai daerah, melibatkan kreativitas pemuda, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi warga selama acara berlangsung.

Dan setidaknya sepanjang akhir pekan ini, Tejowangi menjadi titik temu mereka.

Tonton Video Karnavalnya

(red)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.