Tak Sekadar Upacara, Ini Deretan Agenda Hari Santri PCNU Kraksaan

19

Kraksaan (WartaBromo.com) – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tak hanya diisi apel dan upacara. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kraksaan menyiapkan rangkaian kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga pelestarian lingkungan yang berlangsung sepanjang Oktober sampai November.

Rangkaian kegiatan tersebut resmi dimulai melalui kick-off Hari Santri 2026 di Alun-alun Kraksaan, Jumat (9/10/2026) pagi. Ditandai dengan pelepasan balon dan burung merpati oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Chafidzul Hakiem Noer, serta perwakilan santri.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Chafidzul Hakiem Noer mengatakan, peringatan Hari Santri tahun ini dirancang agar manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat.

Sejumlah agenda disiapkan melalui lembaga dan badan otonom NU. Programnya mencakup pelayanan kesehatan, edukasi bahaya narkoba, kegiatan pendidikan, penguatan keagamaan, serta aksi kepedulian terhadap lingkungan.

“Rangkaian Hari Santri kami isi dengan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Jadi, peringatannya bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas pengabdian,” ujar Nun Hafid, sapaanya.

Di bidang kesehatan, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menjadwalkan khitan massal bagi 50 peserta di wilayah terpencil pada 18 Oktober 2026. LKNU juga akan menggelar sosialisasi bahaya narkoba di Kecamatan Banyuanyar pada 17 Oktober.

Berikutnya, kegiatan bakti sosial berupa layanan jaminan kesehatan gratis, donor darah, dan pengobatan alternatif direncanakan berlangsung di Sumberanyar, Kecamatan Paiton, pada 22 Oktober. Khitan massal lainnya dijadwalkan pada 31 Oktober di depan Kantor Bupati Probolinggo.

Lembaga Kesehatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) turut menyiapkan seminar bertema Membangun Santri Hebat melalui gerakan pendewasaan usia pernikahan dan antiperundungan. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyah, Kraksaan, pada 17 Oktober.

LKKNU juga merencanakan program Peduli Santri Sehat berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Islamiyyah Syafi’iyyah, Sumberanyar, Paiton, pada 22 Oktober.

Kepedulian terhadap lingkungan menjadi agenda lain dalam rangkaian Hari Santri 2026. Kemaritiman NU menjadwalkan penanaman mangrove di Pantai Duta pada 24 Oktober.

Agenda lingkungan berlanjut melalui kegiatan Seven Beaches pada 14 November dan penanaman pohon di Kraksaan pada 28 November.

Di bidang pendidikan, LP Ma’arif NU akan menggelar Jambore Santri Ma’arif di Bumi Perkemahan Sentulan, Kecamatan Banyuanyar, pada 23-25 Oktober. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda untuk memperkuat kebersamaan dan pembinaan santri.

Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU juga menyiapkan sejumlah kegiatan, di antaranya lomba mewarnai logo NU untuk tingkat RA pada 17 Oktober dan jalan sehat bersarung di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, Klaseman, pada 18 Oktober.

Rangkaian kegiatan RMI NU itu juga mencakup upacara Hari Santri di Alun-alun Kraksaan pada 22 Oktober.

Sementara itu, Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) menjadwalkan pelatihan dan pembinaan operator LTM PCNU pada 10 Oktober, dilanjutkan pembinaan pengelolaan dana atau tasharruf bagi bendahara masjid pada 20 Oktober.

Sejumlah lembaga NU lainnya turut mengambil bagian. Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) NU menjadwalkan kegiatan Bahtsul Masa’il di Pondok Pesantren Islamiyyah Syafi’iyyah, Paiton, pada 18 Oktober.

Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) menyiapkan ziarah tokoh NU melalui kegiatan santri sowan kiai pada 11 Oktober, serta seminar dakwah di Kantor PCNU Kraksaan pada 17 Oktober.

Adapun Aswaja NU Center (Asnuter) NU akan menggelar kajian Aswaja dan Ke-NU-an di Masjid Nurul Karim, Krejengan, pada 23 Oktober. Kegiatan kajian juga direncanakan mengisi agenda jambore pada 24 Oktober, disertai seminar dan doa bersama sesuai jadwal panitia.

Di bidang kaderisasi, Gerakan Pemuda (GP) Ansor menjadwalkan Dirosah Ula di Saka 9 Pondok Pesantren Nurul Qodim pada 16-18 Oktober. Fatayat NU akan menggelar roadshow ke sejumlah pondok pesantren.

Sementara Muslimat NU menyiapkan sosialisasi program Mustika Mesem, Mustika Darling, dan Mustika Segar pada 21 Oktober, dilanjutkan dzikir dan doa bersama Majelis Dzikir Muslimat An-Nahdliyah pada 25 Oktober.

Lakpesdam NU juga merencanakan temu kader dan kegiatan solidaritas di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jatiurip, Kecamatan Krejengan, pada 29 Oktober.

Hafid berharap seluruh agenda tersebut dapat memperkuat peran santri dan organisasi NU dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Ugas mengatakan, Hari Santri menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi pesantren dan santri dalam kehidupan berbangsa, termasuk dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, santri perlu mempertahankan tradisi keagamaan sekaligus mengembangkan kemampuan agar mampu menjawab tantangan zaman.

“Santri perlu menjaga nilai-nilai tradisi yang baik, tetapi juga harus terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan begitu, pesantren bisa terus berkontribusi bagi masyarakat,” kata Ugas.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo, lanjut dia, berupaya memperkuat kerja sama dengan pesantren, ulama, organisasi keagamaan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung pengembangan pendidikan pesantren, kapasitas santri, hingga kewirausahaan. (fat/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.