Wonorejo (WartaBromo.com) – Menjaga lingkungan tak cukup hanya dengan menanam pohon. Kebiasaan menjaga kebersihan dan bertanggung jawab atas sampah juga perlu ditanamkan sejak dini. Pesan inilah yang mengemuka dalam peresmian Gerakan Eco Pesantren di Pondok Pesantren Alyasini, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan gerakan tersebut saat bersilaturahmi ke Ponpes Alyasini di Dusun Areng-areng, Desa Sambisirah, Sabtu (10/10/2026).
Gerakan Eco Pesantren diharapkan mampu mewujudkan lingkungan pondok pesantren yang berwawasan lingkungan, mandiri, serta membudayakan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari penerapan nilai-nilai agama.
Nasaruddin mengatakan, pesantren memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mencintai dan menjaga lingkungan. Nilai-nilai agama, menurutnya, bisa menjadi landasan untuk membangun kepedulian terhadap kelestarian alam.
“Eco Pesantren juga merupakan pekerjaan rumah yang sangat penting bagi kita semua. Bagaimana menggunakan bahasa agama dalam menyadarkan masyarakat untuk mencintai dan melestarikan lingkungan hidup,” ujarnya.
Ia berharap Ponpes Alyasini tidak hanya melahirkan kader bangsa yang unggul, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian dan kemampuan dalam menjaga lingkungan.
“Semoga pondok pesantren kita tercinta ini bisa menghadirkan kader-kader lingkungan hidup yang mumpuni,” katanya.
Sementara itu, pengasuh sekaligus pimpinan kegiatan santri putri Ponpes Alyasini, Ning Hj. Nanik Asnawati, menekankan pentingnya membangun kesadaran lingkungan melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan pondok.
Ia mengingatkan para santri bahwa pohon dan alam merupakan milik Allah yang harus dijaga bersama. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menanam pohon, menjaga kebersihan pondok, hingga bertanggung jawab atas sampah masing-masing.
Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak boleh berhenti selama para santri berada di pesantren.
“Mereka diharapkan membawa perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan ketika kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya saat sambutan.
Dengan begitu, para santri dapat menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Gerakan Eco Pesantren di Alyasini pun diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pondok maupun di tengah masyarakat. (don)





















