Pasuruan (WartaBromo.com) – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan pada Senin (2/3/2026) mengakibatkan sedikitnya 18 titik tanah longsor di sejumlah kecamatan. Bencana tersebut menyebabkan akses jalan terganggu, empat warga mengalami luka-luka, serta empat rumah warga mengalami kerusakan sedang.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebagian besar titik longsor terjadi di wilayah Kecamatan Tosari dan Kecamatan Tutur yang berada di kawasan lereng pegunungan.
Dari total 18 lokasi longsor, titik terparah berada di Jalan Ngadiwono–Mororejo, Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari. Dalam kejadian tersebut, dua warga yakni Mulyadi dan Roni mengalami luka ringan. Sementara satu korban lainnya, Santoso, mengalami luka berat dan harus dirujuk ke RSUD Bangil untuk mendapatkan perawatan intensif.
Peristiwa serupa juga terjadi di Dusun Ledoksari, Desa Tosari, Kecamatan Tosari. Seorang warga bernama Fitri Komaria dilaporkan mengalami luka berat dan turut dirujuk ke RSUD Bangil.
Sejumlah titik longsor lain di Kecamatan Tosari tersebar di Jalan Desa Tosari, ruas Baledono–Tosari, Tosari–Ngadiwono, Wonokitri–Tosari, Wonokitri–Podokoyo, hingga Podokoyo–Tutur.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan bahwa Kecamatan Tosari menjadi wilayah dengan jumlah titik longsor terbanyak.
“Dari total lokasi longsor, Kecamatan Tosari titik paling banyak dan terdapat empat korban luka, bahkan ada yang dirujuk ke RSUD Bangil,” ujarnya pada Selasa (3/3/2026).
Selain di Tosari, longsor juga terjadi di Jalan Ngadirejo–Tutur, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, di dua titik berbeda. Sementara itu, di Dusun Krajan, Desa Sekarputih, Kecamatan Gondangwetan, tembok penahan tanah (TPT) dilaporkan ambrol akibat derasnya hujan.
“Di dua kecamatan tersebut tidak ada korban jiwa, namun kondisi TPT di Gondangwetan memerlukan penanganan segera untuk mencegah longsor susulan,” tambah Sugeng.
Cuaca ekstrem tersebut juga menyebabkan empat rumah warga mengalami kerusakan sedang, masing-masing dua rumah di Kecamatan Tosari, satu rumah di Kecamatan Purwodadi, dan satu rumah di Kecamatan Gondangwetan.
Hingga saat ini, petugas bersama unsur terkait masih melakukan pendataan dan pembersihan material longsor di sejumlah titik. Warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi, terutama di wilayah perbukitan dan lereng pegunungan. (fir/red)





















