Kasus Campak Meningkat di Probolinggo, 17 Suspek Ditemukan Awal 2026

60
Ilustrasi warga yang suspek campak. Foto : dok alodokter

Probolinggo (WartaBromo.com) – Kasus suspek campak di Kota Probolinggo menunjukkan tren peningkatan pada awal 2026. Pemerintah mengimbau Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diterapkan secara ketat.

Hingga pekan keempat Februari, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) setempat mencatat sedikitnya 17 warga terindikasi suspek campak dan masih menunggu hasil konfirmasi laboratorium.

Angka tersebut mendekati total kasus sepanjang tahun 2025 yang mencapai 22 kasus. Kenaikan ini menjadi perhatian serius karena penularan campak dikenal cepat, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Kota Probolinggo, drg. Asri Wahyuningsih, mengatakan gejala campak umumnya diawali demam tinggi, batuk atau pilek, sakit tenggorokan, dan mata merah.

Setelah itu muncul ruam kemerahan yang biasanya bermula dari belakang telinga dan wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

“Penularannya melalui droplet atau percikan air liur saat penderita batuk dan bersin. Karena itu masyarakat harus waspada dan segera memeriksakan diri jika muncul gejala,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Dinas Kesehatan setempat memperkuat langkah pencegahan dengan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta memastikan imunisasi campak bagi balita tetap berjalan.

Warga yang mengalami gejala diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan menggunakan masker untuk mencegah penularan.

Kondisi di Probolinggo sejalan dengan tren nasional. Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga akhir Februari 2026 terdapat 8.224 kasus suspek campak di Indonesia dengan empat kasus kematian.

Angka tersebut diperkirakan masih berpotensi bertambah mengingat mobilitas masyarakat yang tinggi dan masih adanya celah cakupan imunisasi di sejumlah daerah.

Melihat perkembangan ini, Dinkes Kota Probolinggo mengingatkan pentingnya imunisasi lengkap dan deteksi dini sebagai kunci menekan lonjakan kasus.

Pemerintah berharap kewaspadaan masyarakat dapat mencegah penyebaran campak yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.