Mati Kaliren Perang Iran

28

Kenapa saya sumpek, karena perang Iran ini merupakan kejahatan kemanusiaan dan dampaknya pasti kita kena. Susahnya lagi, bangsa ini selalu terlambat mengantisipasi masalah,

Oleh : Abdurrozaq

Ramadan kali ini, benar-benar membuat Mahmud Wicaksono tak bisa menikmati hidup. Biasanya, bulan Ramadan adalah oase. Fase di mana sarjana tukang cukur itu istirahat dari lara selama setahun. Setelah sebelas bulan penuh ia dihajar oleh kerasnya nasib, Ramadan merupakan jeda bahkan masa penyembuhan. Pelanggan cukur rambutnya memang tetap saja sepi selama Ramadan, namun kesejukan misterius selama Ramadan, selama ini seringkali membuatnya merasa istirahat dari gempuran hidup. Namun kali ini, Ramadan terasa mengerikan, menyakitkan bahkan membuatnya putus asa.

Ini semua, akibat ulah duo Yakjuj-Makjuj yang tiba-tiba menyerang Iran. Amerika, mau tak mau harus menyerang Iran sebagaimana yang dititahkan Israel. Meski Iran sudah datang ke meja perundingan, meski Iran sudah terang-terangan mengaku tak punya senjata nuklir sebagaimana yang dituduhkan, kalau kata Israel harus diserang, Amerika ya wajib patuh.

“Jamput, bajingan!” umpat Mahmud Wicaksono seraya meletakkan HP nya di atas meja warung Cak Sueb.

“Lho, kok ngamuk, ada apa mas?” tegur Cak Soleh Las.

“Iran dibom, kiai Khumaini wafat,” jawab Mahmud Wicaksono singkat karena tak bisa menguasai emosinya.

“Inna lillahi. Kok gak mari-mari, kate dadi opo Amerika iki?” seloroh Cak Soleh Las ikut prihatin.

“Halah jarno, mas. Iran kan Syiah,” celetuk Cak Paijo LSM.

“Bah Syiah, bah Sunni, yang jelas Kiai Khomenei itu muslim, cak. Jangankan Iran diserang, Venezuela dan Kuba diserang saja kita harusnya marah,” damprat Mahmud Wicaksono. “Ini sudah bukan soal sekte atau agama, tapi kemanusiaan. Seluruh isi bumi diobok-obok dan diinjak-injak oleh Yakjuj-Makjuj, dan masyarakat dunia tak berani melawan. Bahkan Cina dan Rusia yang katanya super power, masih mikir-mikir mau melawan kolaborasi dua preman pasar itu.”

“Ini bisa memicu perang dunia ketiga, cak,” sambung Cak Soleh Las. “Kalau nanti Iran terpojok dan ada sekutunya yang tak terima, adol-tuku rudal nuklir bisa segera terjadi. Kalau itu sampai terjadi, wassalam, wes.”

“Kalau perang dunia ketiga, insya Allah takkan terjadi di tahun-tahun ini, cak,” ujar Mahmud Wicaksono, malah mentahi.

“Ini sudah panas, lho, mas,” kata Cak Soleh Las.

“Ya memang. Tapi buktinya, Cina dan Rusia belum mau terjun langsung, membela Iran. Anggota NATO juga emoh membela Amerika dan Israel karena tak sudi dimanfaatkan. Beberapa negara Arab yang dikirimi mercon oleh Iran karena menjadi pangkalan militer Amerika, juga mengalah. Dan semua orang, pasti lebih mementingkan kepentingan nasionalnya daripada membela sekutunya,” ujar Mahmud Wicaksono yakin.

“Tapi di media sosial, berita dan konten-kontennya kok seram ya, mas? Banyak konten yang menakut-nakuti, menganalisi perang dunia, bahkan ustadz-ustadz medsos yang jenggotnya panjang dan keningnya hitam menghubungkan perang Iran-Amerika dan Israel ini dengan kemunculan Dajjal?”

“Konten kreator dobol yang memang begitu kalau cari makan, cak. Apalagi ini mau lebaran. Mereka kejar setoran uang adsens. Akhirnya menjadi pengamat militer abal-abal. Bahkan ustdaz-ustadz yang ngefans sama Dajjal, terus menakut-nakuti karena perang ini dikaitkan dengan isu Imam Mahdi, isu khilafah dan isu bendera hitam.”

“Lha tadi sampeyan kok sampai misuh-misuh dengar berita perang ini?” kata Cak Soleh Las kepada Mahmud Wicaksono, heran.

“Masalahnya, Iran sudah menutup selat Hormuz. Dua puluh persen pasokan minyak dunia tak bisa dieksport. Dan negara kita, pasti terdampak dengan naiknya harga minyak dunia. Kalau bensin mahal, semua barang akan naik harga. Bahkan barang lokal yang tak perlu transportasi, akan ikut dinaikkan harganya. Kalau semua harga naik, kita akan inflasi, krisis ekonomi, lalu agen Mossad dan CIA mengirim pendemo bayaran agar negara kita dilanda kerusuhan.”

“Sampeyan kok sampai punya dugaan begitu, mas?” tanya Cak Paijo LSM heran. “Jangan-jangan sampeyan ini anggota intelijen yang menyamar jadi tukang cukur?”

“O, tak tandangi kapok sampeyan. Ya baca lah cak. Dengar berita di media sosial, baca berita yang lumayan bisa dipercaya. Makanya kalau nonton Youtube itu cari channel sing pokro. Jangan lihat video di aplikasi-aplikasi sarang monyet yang asal posting demi FYP atau salam interaksi.”

“Kenapa saya sumpek, karena perang Iran ini merupakan kejahatan kemanusiaan dan dampaknya pasti kita kena. Susahnya lagi, bangsa ini selalu terlambat mengantisipasi masalah, birokrasinya ruwet, penuh nepotisme dan apapun bisa jadi lahan korupsi. Kalau perang ini terjadi hingga berbulan-bulan, kita bukan mati terkena rudal balistik, tapi mati kaliren alias busung lapar.”

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.