PKH dan Kopdes Merah Putih Dikawinkan di Lekok Pasuruan, Warga Miskin Didorong Jadi Pelaku Ekonomi

19

Lekok (WartaBromo.com) – Program kolaborasi antara Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dan Program Keluarga Harapan (PKH) kembali diluncurkan. Kali ini, program tersebut digelar di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3/2026).

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, transformasi penerima manfaat bantuan sosial menjadi anggota koperasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, keberadaan Kopdes Merah Putih dapat menjadi kelanjutan dari program perlindungan sosial yang selama ini dijalankan oleh Kementerian Sosial.

“Kalau semua penerima manfaat PKH dan sembako menjadi anggota Kopdes, maka ini bisa meringankan tugas Kemensos untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi terobosan dan bisa kita lakukan di banyak tempat,” kata Ferry.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bantuan juga diserahkan secara simbolis kepada warga. Di antaranya kartu anggota Kopdes Merah Putih, buku simpanan KPM PKH, bantuan sembako, ayam petelur, serta modal usaha dari BNI dan Bank Jatim masing-masing senilai Rp20 juta.

Selain itu, Pupuk Indonesia memberikan 1 ton pupuk non-subsidi, sementara Perum Bulog dan ID Food menyerahkan bantuan perangkat komputer, printer, serta paket sembako.

Ferry menjelaskan, anggota Kopdes Merah Putih nantinya akan mendapatkan berbagai manfaat. Selain kemudahan akses komoditas bersubsidi seperti pupuk dan gas LPG, anggota koperasi juga berhak menerima Sisa Hasil Usaha (SHU) dari keuntungan koperasi.

“Ketika kopdes punya profit, akan dibagikan kembali ke bapak ibu melalui SHU. Dengan begitu akan mengangkat derajat hidupnya dari desil 1 ke desil 2 dan seterusnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak ingin masyarakat desa hanya menjadi penerima bantuan sosial. Melalui koperasi desa, warga diharapkan bertransformasi menjadi pelaku ekonomi.

“Mereka didorong menjadi pelaku ekonomi, dan sekarang sudah dibuatkan badan usahanya, namanya koperasi desa kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Ferry juga mengungkapkan pembangunan gerai Kopdes Merah Putih saat ini terus dilakukan secara masif. Berdasarkan data PT Agrinas Pangan Nusantara yang bersinergi dengan TNI, sekitar 32 ribu gerai, gudang, dan sarana pendukung telah dibangun di berbagai daerah.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.200 unit di antaranya telah rampung 100 persen.

Selain menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok, Kopdes Merah Putih juga diarahkan menjadi offtaker bagi produk masyarakat desa. Produk UMKM lokal nantinya akan diinkubasi, dikurasi, hingga mendapat akses pembiayaan sebelum dipasarkan melalui gerai koperasi.

“Ini gunanya koperasi desa, menjadi offtaker dari produk masyarakat seperti peternakan, UMKM, kerajinan, kuliner, dan lain-lain,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut jumlah penerima manfaat program sosial di Jawa Timur mencapai sekitar 5 juta keluarga. Di Kabupaten Pasuruan sendiri terdapat lebih dari 229 ribu keluarga penerima manfaat.

Ia memastikan para penerima bantuan akan didorong untuk bergabung sebagai anggota Kopdes Merah Putih.

“Kalau menerima bantuan tidak boleh untuk bayar utang atau membeli hal-hal yang merusak ekonomi keluarga seperti judi online dan miras. Setelah mendapatkan bansos, harapannya semangat untuk menjadi keluarga mandiri. Karena bansos itu sementara, berdaya itu selamanya,” tegasnya.

Saifullah juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar operasional Kopdes Merah Putih dapat berjalan optimal dan benar-benar membantu masyarakat keluar dari kemiskinan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai Kopdes Merah Putih menjadi salah satu wadah penting dalam memperkuat ekonomi desa.

Ia menyebut, hingga kini sudah ada 97 koperasi desa yang beroperasi di Jawa Timur dengan total anggota mencapai 157 ribu orang. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding awal pembentukan yang hanya sekitar 6 ribu anggota.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada 2025 mencapai 5,85 persen dan aktivitas ekonomi desa ikut berkontribusi dalam capaian tersebut,” ujarnya.

Ia berharap program koperasi desa ini terus berkembang dan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat di daerah. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.