Update Banjir H+4 Lebaran Di Kabupaten Pasuruan, Ini Data Wilayah Terendam Dan Surut

59

Pasuruan (WartaBromo.com) – Memasuki H+4 Lebaran, banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, Rabu (25/3/2026) pagi. Hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (24/3/2026) siang selama lebih dari dua jam menyebabkan sejumlah daerah aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Data terbaru mencatat, ribuan kepala keluarga terdampak banjir yang tersebar di sedikitnya 10 kecamatan. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter di titik terparah.

Di Kecamatan Rejoso, banjir menjadi yang paling berdampak dengan 1.383 kepala keluarga atau 4.149 jiwa terdampak. Beberapa desa seperti Sadengrejo dan Kawisrejo bahkan dilaporkan terjadi pengungsian. Di Dusun Sadeng, ketinggian air mencapai 80 hingga 150 sentimeter, sementara di Dusun Raket, Desa Kawisrejo, air mencapai sekitar 110 sentimeter.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Beji dengan 1.430 kepala keluarga terdampak. Wilayah Kedungringin menjadi salah satu titik terparah, dengan genangan air mencapai hingga 120 sentimeter di beberapa dusun. Selain itu, akses jalan alternatif Beji–Bangil juga sempat tergenang hingga 50 sentimeter.

Sementara itu, di Kecamatan Bangil, genangan air masih terjadi di sejumlah titik seperti Kelurahan Kalianyar dan Desa Tambakan dengan ketinggian antara 20 hingga 60 sentimeter. Meski begitu, beberapa wilayah lain di Bangil dilaporkan sudah mulai surut.

Di Kecamatan Winongan, banjir masih menggenangi sejumlah desa dengan ketinggian hingga 80 sentimeter, terutama di Desa Menyarik dan Penataan. Sedangkan di Kecamatan Gondangwetan, ratusan warga terpaksa mengungsi, khususnya di Desa Tenggilis yang mencatat sekitar 195 jiwa mengungsi ke rumah warga yang lebih tinggi.

Wilayah lain seperti Grati, Kraton, dan Pohjentrek juga masih terdampak banjir meskipun sebagian titik sudah mulai surut. Secara keseluruhan, kondisi di sejumlah wilayah saat ini masih dalam status waspada dan terus dipantau oleh petugas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan serta penanganan di lokasi terdampak.

“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan beberapa sungai meluap dan merendam permukiman warga. Saat ini sebagian wilayah sudah mulai surut, namun masih ada beberapa titik yang tergenang cukup tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

“Pagi ini kita lakukan giat pascabencana. Termasuk inventarisir kerusakan infrastruktur,” tambahnya.

Hingga Rabu pagi, situasi banjir di Kabupaten Pasuruan masih dalam pemantauan intensif, dengan prioritas penanganan pada wilayah dengan genangan tinggi. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.