Pompa Tak Berkutik, Khofifah Sebut Banjir Rejoso Terkunci Kondisi Geografis

87

Pasuruan (WartaBromo.com) – Banjir yang merendam wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Bahkan, upaya penyedotan air menggunakan pompa pun belum membuahkan hasil maksimal.

Hal itu terungkap saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung lokasi terdampak di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kamis (26/3/2026).

Dari hasil pantauannya, sebanyak 10 unit pompa air yang disiagakan ternyata tidak mampu bekerja optimal. Penyebabnya, ketinggian air sungai saat ini sejajar bahkan lebih tinggi dibanding daratan permukiman warga.

“Sudah kita siapkan 10 pompa, gabungan dari Dinas SDA Provinsi dan Pemkab Pasuruan. Tapi tidak semuanya bisa difungsikan,” ujar Khofifah.

Menurutnya, kondisi geografis wilayah Rejoso menjadi tantangan utama dalam penanganan banjir. Permukiman warga yang berada di dataran lebih rendah dari permukaan sungai membuat air sulit dialirkan keluar.

“Kalau dipompa, airnya mau dibuang ke mana? Karena posisi air sungai sama tingginya dengan yang ada di daratan,” imbuhnya.

Saat ini, ketinggian genangan air di rumah warga masih berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter. Untuk solusi jangka pendek, Pemprov Jatim memilih menunggu debit air sungai menurun agar pompa dapat kembali difungsikan secara maksimal.

Namun, Khofifah menegaskan bahwa solusi jangka panjang harus segera disiapkan. Salah satunya dengan melakukan normalisasi anak-anak sungai yang selama ini mengalami pendangkalan.

“Sebagian Sungai Rejoso memang sudah dinormalisasi, tapi anak-anak sungainya belum. Ini yang menghambat aliran air menuju laut. Harus dipastikan semua terkoneksi dengan baik,” tegasnya.

Tak hanya infrastruktur, dampak banjir terhadap sektor pertanian juga menjadi perhatian. Pemprov Jatim bersama Pemkab Pasuruan tengah melakukan pendataan lahan sawah yang terdampak gagal panen.

Jika proses pendataan selesai, pemerintah memastikan akan menyalurkan bantuan benih bagi para petani terdampak.

Di sisi lain, Khofifah juga mengumumkan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berjalan sejak Desember lalu resmi dihentikan pada hari ini.

“OMC kita akhiri karena keterbatasan anggaran. Sekarang fokus kita pada mitigasi dampak jika intensitas hujan kembali meningkat,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga menyempatkan diri meninjau dapur umum di shelter BPBD Kabupaten Pasuruan di Kecamatan Rejoso. Ia memastikan kebutuhan logistik dan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Banjir di Rejoso menjadi pengingat bahwa persoalan klasik seperti kondisi geografis dan sedimentasi sungai masih menjadi pekerjaan rumah besar dalam upaya pengendalian banjir di wilayah Pasuruan. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.