NasDem Soroti Kelangkaan LPG 3 Kg di Probolinggo, Minta Distribusi Diaudit

35

Probolinggo (WartaBromo.com) – DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo meminta evaluasi menyeluruh terhadap distribusi LPG 3 kilogram menyusul masih terjadinya kelangkaan di sejumlah wilayah. Partai tersebut menilai kondisi di lapangan berbeda dengan pernyataan pemerintah daerah yang menyebut stok aman.

Wakil Ketua DPD NasDem Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo mengatakan, persoalan LPG 3 kilogram tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut kebutuhan harian masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.

“Kalau distribusi disebut aman, seharusnya masyarakat tidak kesulitan mencari gas. Faktanya, warga masih mengeluh dan harga juga naik,” kata Andi, Jumat (17/4/2026).

Menurut dia, Fraksi NasDem di DPRD Kabupaten Probolinggo akan meminta penjelasan mengenai jumlah alokasi LPG bersubsidi yang masuk ke daerah tersebut, sekaligus memeriksa jalur penyalurannya.

Pihaknya ingin memastikan pasokan dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) benar-benar sampai ke agen, pangkalan, hingga konsumen yang berhak menerima subsidi.

“Jangan sampai ada kebocoran distribusi atau permainan di tengah jalan yang akhirnya merugikan masyarakat,” ujarnya.

NasDem juga membuka kemungkinan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan dan titik penjualan untuk memotret kondisi sebenarnya di lapangan.

Diwartakan sebelumnya, kelangkaan LPG 3 kilogram masih dirasakan warga beberapa pekan setelah Lebaran. Sejumlah warga mengaku harus berkeliling ke beberapa tempat untuk mendapatkan gas melon.

Yayuk, warga Kecamatan Besuk, mengatakan ia kesulitan menemukan LPG 3 kilogram di wilayahnya. Jika tersedia, harga jual sudah jauh di atas ketentuan.

“Saya keliling cari gas, banyak yang kosong. Kalau dapat, harganya Rp 22.000 sampai Rp 30.000,” ujarnya.

Sementara Bella, pemilik warung di Kecamatan Kraksaan, mengaku keterbatasan pasokan membuat usahanya terganggu. Ia bahkan harus meminta bantuan keluarga di luar daerah untuk mendapatkan gas.

“Pesanan banyak, tapi gas tidak cukup. Saya sampai cari dari luar daerah,” katanya.

Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ bersama aparat terkait melakukan sidak ke agen dan pangkalan LPG di Kecamatan Kraksaan.

Dari hasil pengecekan, pemerintah daerah menyebut tidak ada pengurangan jatah distribusi. Pasokan disebut masih berjalan normal dengan alokasi ribuan tabung per hari.

Menurut Fahmi, kelangkaan lebih dipicu meningkatnya konsumsi masyarakat sejak Ramadan hingga pasca-Lebaran, serta pembelian berlebih karena kekhawatiran warga.

Ia menegaskan harga di tingkat pangkalan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 18.000 per tabung. Namun, pemerintah mengakui harga di pengecer masih ditemukan lebih tinggi.

Pemkab Probolinggo juga menyatakan akan menindak tegas jika ditemukan praktik penimbunan atau penyimpangan distribusi LPG bersubsidi. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.