Jumlah Cunduk Mentul Ternyata Punya Arti, Ini Filosofi di Balik Angka Ganjil

5

Pasuruan (WartaBromo.com) – Riasan pengantin adat Jawa selalu menghadirkan pesona yang khas dan sarat makna. Di balik keindahan yang tampak, tersimpan filosofi mendalam yang menjadi bagian dari doa dan harapan bagi kehidupan rumah tangga pasangan pengantin.

Salah satu detail yang kerap luput dari perhatian adalah jumlah aksesoris yang digunakan. Padahal, dalam tradisi Jawa, setiap jumlah memiliki arti simbolis tersendiri, termasuk pada penggunaan cunduk mentul yang menghiasi kepala mempelai wanita.

Berikut makna jumlah cunduk mentul dalam tradisi pengantin Jawa:

  • 3 cunduk mentul: Melambangkan kepercayaan terhadap Trimurti, yakni tiga dewa penjaga alam sebelum masuknya ajaran Islam.
  • 5 cunduk mentul: Menjadi simbol rukun Islam yang berjumlah lima, mencerminkan perpaduan nilai budaya dan religi.
  • Jumlah ganjil (umum): Selalu digunakan karena dipercaya dapat menolak malapetaka serta membawa keberuntungan bagi pasangan pengantin.
  • 7 cunduk mentul (Gagrak Surakarta/Solo Putri): Mengandung makna pitulungan atau pertolongan, sebagai harapan agar rumah tangga selalu mendapat kemudahan.
  • 9 cunduk mentul (Solo Basahan): Merujuk pada Wali Songo, tokoh penyebar Islam di tanah Jawa. “Wali” berarti orang yang dekat dengan Allah SWT, sementara “songo” berarti sembilan.

Dengan berbagai makna tersebut, cunduk mentul bukan sekadar hiasan. Ia menjadi simbol doa, harapan, dan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun dalam tradisi pernikahan adat Jawa. (jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.