Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 25 dusun di tiga kecamatan di Kabupaten Pasuruan dipetakan sebagai wilayah paling rawan kekeringan saat musim kemarau. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mulai melakukan langkah konkret untuk menangani krisis air bersih tahunan, khususnya di Kecamatan Winongan, Lumbang, dan Pasrepan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera membangun infrastruktur penampungan air sebagai solusi jangka pendek.
“Pemkab segera membangun tandon di masing-masing dusun terdampak, yakni di 25 dusun yang berada di tiga kecamatan: Winongan, Lumbang, dan Pasrepan,” ujar Sugeng, Rabu (6/5/2026).
Selain pembangunan tandon, BPBD juga mendorong masyarakat untuk melakukan langkah preventif dengan membudayakan penampungan air hujan sebelum memasuki puncak musim kemarau.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian dan peternakan, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa terpal ke wilayah terdampak. Setiap dusun menerima tiga lembar terpal yang difungsikan untuk menampung air, baik untuk kebutuhan ternak maupun penyiraman tanaman, sehingga aktivitas produksi warga tetap berjalan meski pasokan air terbatas.
Meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, BPBD memastikan bantuan darurat tetap disiagakan. Distribusi air bersih menggunakan armada tangki akan dilakukan secara rutin apabila kondisi kekeringan di lapangan semakin memburuk.
“BPBD tetap akan mendistribusikan air bersih secara rutin jika kondisi kekeringan mulai mengkhawatirkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemkab Pasuruan juga menyiapkan solusi jangka panjang. Pada tahun 2027, pemerintah daerah berencana membangun instalasi air bersih permanen di wilayah rawan kekeringan.
Dengan langkah tersebut, diharapkan masyarakat di Kecamatan Winongan, Lumbang, dan Pasrepan tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau, melainkan dapat menikmati akses air yang stabil sepanjang tahun. (fir)




















