Salah Paham Dikira Begal, Tiga Remaja di Probolinggo Dikejar Warga dan Anggota TNI

23

Kanigaran (WartaBromo.com) – Meningkatnya kekhawatiran warga terhadap aksi kriminal jalanan di Kota Probolinggo, memicu salah paham yang menimpa tiga remaja.

Mereka sempat dikejar hingga mengalami kecelakaan setelah diteriaki begal oleh seorang anggota TNI dan warga sekitar.

Sebuah video amatir yang merekam insiden kecelakaan di kawasan Lapangan Angguran, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, viral di media sosial pada Selasa malam.

Dalam rekaman tersebut terlihat suasana tegang setelah tiga remaja bernama Akbar, Ridho, dan Robet terjatuh di jalan usai terlibat tabrakan.

Warga yang berdatangan nyaris terpancing emosi karena mengira ketiganya merupakan pelaku begal.

Belakangan diketahui dugaan tersebut tidak benar. Ketiga remaja itu bukan pelaku tindak kriminal seperti yang ramai diperbincangkan.

Menurut penjelasan kepolisian, kejadian bermula saat Akbar dan teman-temannya melintas di kawasan simpang tiga King, penghubung Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.

“Di lokasi itu mereka bersenggolan dengan kelompok remaja lain yang juga mengendarai sepeda motor secara berboncengan. Dikejarlah oleh mereka ini, bersamaan dengan itu ada rekan anggota Kodim yang salah paham menganggap ketiganya ini begal,” jelas Iptu Zainullaj, Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Rabu (13/5/2026).

Perselisihan kecil di jalan kemudian memicu aksi saling kejar.

Akbar bersama rekannya mengejar pengendara motor lain hingga menuju area Lapangan Angguran.

Saat situasi berlangsung, seorang anggota Kodim 0820 Probolinggo bernama Sanili mencurigai gerak-gerik ketiga remaja tersebut.

Ia kemudian ikut melakukan pengejaran sambil meneriakkan kata “begal” dan “maling”.

Teriakan tersebut membuat warga sekitar ikut tersulut dan beramai-ramai melakukan pengejaran.

Tidak lama kemudian terjadi tabrakan antara motor yang dikendarai anggota TNI dengan kendaraan warga lain yang ikut mengejar.

Video pascakejadian yang beredar luas sempat menimbulkan opini publik bahwa ketiga remaja tersebut adalah komplotan begal.

Namun setelah dilakukan penelusuran, polisi memastikan informasi tersebut tidak benar.

“Kami berterima kasih pada jajaran Polres Probolinggo Kota, karena warga saya ini, sudah diberikan ruang klarifikasi. Bahwa mereka bukan begal seperti yang viral di media sosia itu,” jelas tokoh masyarakat Desa Pesisir, Agus.

Permasalahan itu akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan di Mapolres Probolinggo Kota. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.