Pasuruan (WartaBromo.com) – Di balik suasana kantor yang terlihat tenang, tak jarang terselip perilaku toxic yang diam-diam bikin lingkungan kerja jadi tidak sehat. Salah satunya adalah sosok pria manipulatif yang gemar membicarakan rekan kerja di belakang.
Sekilas terlihat ramah dan suportif, namun di balik itu ada pola perilaku yang bisa merugikan banyak orang. Biasanya, tipe seperti ini punya tujuan tertentu.
Mulai dari menjaga posisi, mencari pengaruh, sampai menjatuhkan kredibilitas orang lain agar dirinya terlihat paling benar. Berikut sejumlah ciri yang kerap muncul:
1. Bermuka Dua dan Suka Adu Domba
Di depan korban, ia tampil manis, akrab, bahkan seolah paling peduli. Namun ketika situasi berubah, ia justru jadi orang pertama yang menyebarkan rumor atau membocorkan cerita pribadi rekan kerja. Fakta sering dipelintir demi membangun citra buruk orang lain di mata tim.
2. Hobi Cari Kambing Hitam
Saat pekerjaan beres, ia paling depan mencari pujian. Tapi ketika muncul masalah, ia langsung menghilang dari tanggung jawab. Tak jarang, rekan kerja lain dijadikan sasaran agar dirinya tetap aman dari sorotan atasan.
3. Sering Melakukan Gaslighting
Perilaku ini cukup berbahaya karena membuat korban mulai meragukan dirinya sendiri. Misalnya, setelah ketahuan bergosip, ia malah menyangkal dan balik menuduh korban terlalu baper atau sensitif. Lama-lama, korban bisa merasa bersalah padahal tidak melakukan apa-apa.
4. Pintar Mengambil Kredit Orang Lain
Ide dari rekan kerja sering diakui sebagai hasil pikirannya sendiri. Namun ketika proyek gagal, ia cepat-cepat menyebarkan narasi bahwa kesalahan ada pada orang lain. Tipe seperti ini biasanya lihai memainkan citra agar tetap terlihat unggul.
5. Menjadikan Kelemahan Orang Sebagai Senjata
Ia juga cenderung suka menggali informasi pribadi rekan kerja. Mulai dari masalah keluarga, kondisi finansial, hingga kelemahan tertentu. Informasi itu kemudian dipakai diam-diam untuk menekan, mengintimidasi, atau menjatuhkan lawan secara halus.
Lingkungan kerja yang sehat sejatinya dibangun dari kejujuran dan saling menghargai. Karena itu, penting untuk lebih peka terhadap perilaku manipulatif semacam ini agar tidak terjebak dalam drama kantor yang merugikan banyak pihak. (jun)





















